oleh

Antara Sumut Bersama KPU Sumut Diskusi Bersama Milenials Bahas Milenials

-Medan-139 views

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara menyasar kaum milenial yang merupakan kalangan muda sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019.

Ketua KPU Sumut Yulhasni di Medan, Selasa (29/1), mengatakan, diperkirakan 35 sampai 40 persen dari total jumlah pemilih pada pemilu adalah pemilih muda dengan usia 17 hingga 30 tahun. Angka itu tentu sangat signifikan dan partisipasi mereka akan sangat berpengaruh dalam menentukan hasil pemilu.

Berdasarkan data KPU, jumlah pemilih milenial mencapai 70-80 juta jiwa dari 193 juta pemilih, yang artinya memiliki pengaruh besar terhadap hasil pemilu dan menentukan siapa pemimpin di masa datang.

Ketua KPU Sumut Yulhasni didampingi Pengamat Politik USU Fernanda Putra Adela dan Kepala Biro LKBN Antara Sumut Riza Mulyadi

“Itu mengapa kalangan milenial penting menjadi target setiap sosialisasi dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih. Jumlah mereka menentukan karena melek internet yang tentunya cukup rajin di media sosial,” katanya.

Hal itu dia sampaikan pada diskusi publik dengan tema “Memaksimalkan Partisipasi Generasi Milenial pada Pemilu 2019” yang digelar Perum LKBN Antara Biro Sumatera Utara.

Selain Ketua KPU Sumut Yulhasni, juga tampil sebagai narasumber pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara Fernanda Putra Adela dan Kepala Biro Perum LKBN ANTARA Biro Sumut Riza Mulyadi.

Lebih lanjut Yulhasni mengatakan, kontribusi pemuda dalam menyongsong pesta demokrasi sehat dalam pemilu serentak 2019 sangatlah diperlukan, namun sayangnya banyak pemuda saat ini yang acuh terhadap politik.

Hal itu ia nilai karena banyak anak muda yang terdogma bahwa politik cenderung berstigma buruk, terlebih berita dari media yang menyebutkan banyaknya kasus penyelewengan wewenang oleh oknum-oknum politik.

Beragam reaksi anak muda tentang pemilu, seperti siapa pun yang menang akan begini-begini saja, tidak akan mengubah apa-apa, tidak mengenal siapa calon serta prosesnya yang membingungkan.

“Tentunya peran dari semua pihak sangat kita butuhkan untuk memberikan pemahaman kepada mereka terkait pemilu. Salah satu yang dilakukan KPU adalah merekrut relawan demokrasi yang diantara tugasnya adalah membantu melakukan sosialisasi tentang pemilu termasuk kepada kalangan milenial,” ujarnya.

Sementara Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Sumut Riza Mulyadi mengatakan, sebagai kantor berita milik negara pihaknya juga memiliki tanggung jawab bagaimana agar pemilu dapat berjalan sukses, termasuk dalam upaya meningkatnya partisipasi pemilih.

“Apa yang kita lakukan hari ini dengan membuat diskusi publik terkait pemilu adalah salah satu upaya kita membantu KPU, bagaimana nanti pemilu dapat berjalan sukses yang diikuti dengan meningkatnya partisipasi pemilih,” katanya.

Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Fernanda Putra Adela mengatakan, di sejumlah negara seperti misalnya Amerika Serikat, generasi milenial memiliki peran penting untuk seseorang duduk menjadi senator, yang tentunya kepentingan atau aspirasi generasi milenial tersebut dapat disalurkan.

Melihat dari contoh tersebut, jika generasi milenial di Indonesia menginginkan sebuah perubahan dari segi kebijakan, maka dia harus berperan dalam pesta demokrasi itu sendiri, meski hanya sebagai pemilih.

“Intinya harus melek politik. Ruang diskusi seperti yang dilakukan LKBN ANTARA ini adalah salah satu sarana pendidikan politik bagi masyarakat termasuk bagi kaum milenial,” katanya.

Komentar

News Feed