oleh

BNN Kembali Gagalkan Peredaran Narkoba dari Perairan Aceh

-Aceh-41 views

Harianmedan.Com | Lhoksukon –  Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea cukai kembali menggagalkan peredaran narkoba yang akan masuk ke wilayah Indonesia dari periaran Lhoksukon , Aceh Utara, pada Selasa(14/1) dinihari tadi.

Informasi di lapangan,  narkoba tersebut berisikan 70 bungkus diduga berisi sabu dan 2 bungkus berisi pil ekstasi yang di bawa dengan kapal kayu KM Karibia dari Malaysia. Selain mengamankan barang bukti narkoba, petugas juga mengamankan tiga orang anak buah kapal (ABK) yang diduga anggota sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia.

“Kapal tersebut diamankan di  periaran Lhoksukon , Aceh Utara, pada Selasa(14/1)dinihari,” ucap Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, kepada wartawan, Selasa(15/1).

Barang bukti narkoba yang dibawa Kapal KM Karibia

Masih kata Depari, penangkapan kapal bermuatan narkotika tersebut berawal dari kecurigaan Satgas  BNN dan Bea Cukai saat menggelar patroli rutin di perairan  laut Aceh.  Ketika dilakukan penghentian dan penggeledahan di kapal tersebut, ditemukan narkoba sabu dan ektasi di bawah kemudi kapal.

“Untuk barang bukti,  kita temukan di bawah kemudi oleh petugas,” jelasnya.

Dari keterangan ABK yang berhasil diamankan tersebut, narkoba yang terdiri dari 70 bungkus sabu dan 2 bungkus pil ekstasi di bawa dari Malaysia dengan tujuan Aceh. Mereka (ABK) menerima barang tersebut ditengah laut perbatasan Malaysia dengan Indonesia, kemudian KM Karibia membawa narkoba tersebut ke wilayah Aceh.

“Jadi Para ABK ini meneria narkotika tersebut di perbatasan malaysia dengan Indonesia, modusnya  dari kapal ke kapal(ship to ship). kemudian dibawa kewilayah Aceh dengan  menggunakan kapal kayu bernama  KM Karibia ,”ungkap Arman.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari seorang sumber penyelundupan narkoba tersebut dikendalikan oleh seorang napi di Lapas Tanjung gusta, Medan

 

Komentar

News Feed