oleh

Data Disnaker : “Sumut Miliki TKA Lebih dari 840 orang”

-Medan-12 views

Medan (Harian Medan)-Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Tenagakerjaan, Frans Bangun mengatakan, ada 10678 ribu perusahaan tersebut seluruh Sumut menurut data tahun 2018, Selasa (29/1/2019).

“10678 perusahaan yang berada di Sumut,” katanya.Lalu, untuk jumlah pekerja Tenaga Kerja Asing (TKA), Frans Bangun menyampaikan, jumlah berada pada angkat 840 lebih.

Jumlah tenaga kerja asing 840 lebih lah,” ucapnya. Saat Disnaker sedang melakukan pendataan ulang atau pengawasan kepada seluruh perusahaan yang berada di Sumut.

Frans Bangun juga mengatakan, bahwa pendataan saat ini dilakukan dengan sistem digital atau online pada tiap-tiap perusahaan.

“Kita mengawasi perusahaan-perusahaan mendata seluruh tenaga kerja yang berada di Sumut. Baik itu tenaga kerja asing dan tenaga kerja lokal. Kita sedang data seluruh perusahaan dan juga pekerjanya. Nanti kita akan melakukan pendataan kepada perusahaan dengan menggunakan digital. Setiap perusahaan harus melampirkan seluruh datanya melalui digital atau online,” ucapnya.

Kemudian, dari jumlah perusahaan 10678 ribu tersebut, Frans Bangun menyampaikan, untuk TKA dan pekerja lokal mencapai sejuta lebih, meliputi seluruh kabupaten/kota seluruh Sumut

Tetapi, Frans Bangun menyebutkan, pendataan akan dilakukan ulang melalui sistem online terbaru tersebut.

“Pada angkat 10678 ini jumlah pekerja yang terdata itu mencapai 1 juta lebih, itu gabungan dari TKA dan pekerja lokal tahun 2018. Saat ini kita tengah melakukan pendataan update Sistem online yang juga sudah berjalan,” katanya.

Frans Bangun juga tidak mengetahui, dugaan kasus pelecehan seksual yang dialami seorang pekerja asal Sumut oleh TKA.

Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok pada pembangunan PLTA Sipirok, Tapanuli Selatan, disebut-sebut tidak hanya terjadi sekali.

Bahkan, terduga pelaku serta korbannya pun tidak hanya satu orang. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak Polres Tapanuli Selatan, korban pertama dugaan pelecehan seksual ini berinisial LKH (24), warga Dusun Gunung Hasahatan, Desa Aek Batang Paya, Tapanuli Selatan.

Berikutnya, pihak Dinas Tenaga Kerja akan juga memberikan surat teguran atau peringatan kepada perusahaan tersebut dengan cara tertulis.

“Kita akan memberikan peringatan perusahaan tersebut, kalau pidananya nanti akan dilakukan oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Sebelumnya, Frans Bangun mengatakan, bahwa saat ini untuk semua izin masuk kerja TKA itu sudah dilakukan melalui pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi hanya melakukan perpanjangan izin saja.

“Kalau masalah izin atau upaya mengurangi itu ada isinya dari pusat,” katanya.

Diketahui, Disnaker sendiri memiliki 85 orang pengawas yang tersebar di seluruh Sumut, meliputi Kabupaten/Kota dengan enam Unit Pelaksana Terpadu Daerah (UPTD). (tr)

Komentar

News Feed