oleh

Kesaksian Gulbahar, Warga Uighur Dibunuh Secara Berlahan dari Balik Penjara

-Dunia-6 views

HARIANMEDAN.COM |JAKARTA – Krisis kemanusiaan telah menimpa etnis Uighur selama puluhan tahun. Krisis tersebut semakin memuncak selama lima tahun belakangan ini, terutama sejak kamp reedukasi dibangun pada 2014 di Xinjiang.

PBB menyatakan, pada Agustus 2018 lalu setidaknya ada satu juta warga Uighur yang dikungkung di kamp reedukasi tersebut, yang diduga menjadi tempat di mana warga Uighur direpresi.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) kembali menggelar diskusi media terkait krisis Uighur di bilangan Jakarta Pusat. Digelar pada Sabtu (12/1), diskusi media ini mengusung tema “Kesaksian dari Balik Penjara Uighur” dengan mengundang mantan tahanan di kamp reedukasi di Xinjang: Gulbakhar Cililova.

Diskusi media ini juga dihadiri oleh Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur, Anggota DPR RI Muzammil Yusuf, Seyit Tumturk selaku Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur (Uighur), dan Haeril Ilham, Tim Komunikasi & Advokasi Amnesty International Indonesia.

Dalam diskusi media tersebut, Gulbahar Cililova memaparkan pengalaman pahitnya selama lebih dari satu tahun terpenjara di kamp reedukasi. Pebisnis yang kerap melakukan perjalanan bisnis Kazakhstan-Cina selama 20 tahun ini ditangkap Pemerintah Cina pada Mei 2017.

Sejak saat itu, ia dimasukkan ke kamp reedukasi di Xinjiang dengan fitnah bahwa ia melakukan transfer dana ilegal kepada seseorang bernama Nur Mohammed.

Komentar

News Feed