oleh

Menunggak Uang Sekolah, Seorang Siswa SD disuruh Push Up 100 Kali oleh Sekolahnya

-Daerah-53 views

Depok (Harian Medan)- Mengaku prihatin dengan peristiwa yang dialami Gelsi Nada Savahira, bocah usia 10 tahun yang dihukum push up 100 kali akibat menunggak bayaran sekolah, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, menegaskan, pihaknya akan turun langsung menangani kasus ini.

“Jujur kita sangat prihatin, kita mau cari tahu sekolahnya di mana. Ini anak usia wajib sekolah, SD ya, kok bisa sampai begitu,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Senin 28 Januari 2019.

Rencananya, besok Pradi bakal turun langsung menemui korban untuk memastikan identitas dan alamat sekolah yang melakukan hal tersebut.

“Kita tidak akan tinggal diam. Kita mau tahu sekolahnya di mana. Masuk wilayah kita atau wilayah lain. InsyaAllah besok saya akan coba cari sekolahnya,” katanya.

Nantinya, jika benar anak itu sekolah di luar Depok, maka Pradi akan mengusulkan agar mencari sekolah yang terdekat. “Kalau informasinya jauh dari tempat tinggal kita upayakan di Depok saja.”

Kemudian, jika persoalannya karena tunggakan SPP, maka Pradi pun berjanji bakal melunasinya. “Tunggakkan SPP ini apakah karena prasejahtera atau karena lain, sambil saya telusuri kita ambil langkah-langkah kongkrit. Pasti akan kami ambil langkah termasuk pendamping psikolog, kita akan lakukan investigasi. InsyaAllah besok kita ke rumahnya,” janji Pradi

Untuk diketahui, peristiwa yang dialami bocah itu terjadi pekan lalu, di salah satu sekolah di kawasan Bojonggede, Kabupaten, Bogor. Di temui di kediamannya, di kawasan Kampung Sidamukti, RT 5/10, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat, Gelsi tampak masih sangat terpukul dengan kejadian itu.

Dirinya menceritakan, kejadian bermula ketika ia sedang mengikuti proses belajar mengajar tiba-tiba dipanggil kakak kelas untuk menghadap kepala sekolah. Tanpa rasa curiga, bocah yang baru duduk di bangku kelas empat SD inipun langsung mengikutinya.

Namun nahas, rupanya Gelsi mendapat hukuman yang tak layak. Ia disuruh push up sebanyak 100 kali. “Yang nyuruh kepala sekolah. Gara-gara belum dapat kartu ujian, belum bayaran,” kata Gelsi dengan mata berkaca-kaca saat dikonfirmasi wartawan pada Senin 28 Januari 2018.

Rupanya, hukuman itu juga pernah ia alami. Hanya saja, hukuman sebelumnya jauh lebih ringan, yakni push up 10 kali. Namun yang kali ini telah membuat Gelsi trauma. Sebab Ia mengaku, push up itu telah membuat perutnya sakit.

Saking traumanya, Gelsi bahkan enggan melanjutkan pendidikannya di sekolah itu. “Saya takut, takut disuruh push up lagi,” katanya sambil menahan tangis.

Sementara itu, dengan kejadian ini pihak keluarga pun berencana memindahkan Gelsi ke sekolah lain. Sebab, usai kejadian itu Gelsi mengalami trauma dan takut untuk kembali bersekolah. (va)

Komentar

News Feed