oleh

Puluhan Anggota Kelompok Tani Dukung Rekannya di PN Kisaran, Sidang Perdana Pembakaran Hutan Siap Digelar

-Asahan-40 views

Kisaran (Harian Medan) – Sidang perdana dengan perkara pembakaran hutan, terhadap terdakwa anggota kelompok tani Pardamean Manurung di Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, mendapat dukungan penuh dari puluhan warga Desa Hutabagasan, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge.

Akibat antusiasnya puluhan warga mengikuti jalannya persidangan ini, ruangan sidang Chandra tak sanggup menampung warga hingga terpaksa ada yang berdiri, dan bahkan mengintip jalannya persidangan dari kaca jendela. Persidangan ini mendapat kawalan dari petugas kepolisian.

Dalam sidang perdana dipimpin hakim ketua Ulina Marbun SH dengan nomor perkara 37/Pid.B/LH/2019/PN Kis, Jaksa Penuntut Umum Roi Baringin Tambunan membacakan surat dakwaan terhadap terdakwa.

“Bahwa berawal pada hari Senin tanggal 13 Agustus 2018 sekira pukul 10.00 WIB, terdakwa sampai di areal garapan yang dikelola oleh terdakwa di Siboli-boli Dusun XI Desa Huta Bagasan Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan. Kemudian terdakwa yang selama ini mengelola lahan tersebut dengan menanami tanaman seperti ubi, keladi, cabai, dengan tujuan untuk membersihkan lahan tersebut untuk dapat ditanami. Terdakwa membersihkan semak-semak yang ada di sekitar lahan dengan cara menyulutkan api ke semak-semak hingga terbakar,” demikian salah satu petikan dakwaan yang dibacakan JPU Roi Baringin Tambunan.

Usai JPU membacakan surat dakwaannya, tim penasehat hukum terdakwa yang beranggotakan empat belas orang melalui Musa Siregar SH menyampaikan, tanggapan dan keberatan mereka atas sebagian isi dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum, dan meminta waktu persidangan ditunda sampai minggu depan.

Selanjutnya, sidang perkara pembakaran hutan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU ini ditunda hingga pekan depan, dengan agenda mendengarkan tanggapan dari penasehat hukum terdakwa.

Usai sidang, Musa Siregar SH selaku penasehat hukum terdakwa kepada wartawan mengatakan, dari sisi hukum, kasus ini seperti dipaksakan perkaranya untuk disidangkan.
“Kami akan sampaikan dan tulis bentuk kekeliruan dalam dakwaan yang dibacakan oleh JPU tadi. Pembelaan nantinya kami akan atur dengan tim pengacara untuk disampaikan dalam persidangan berikutnya,” ujarnya.

Sementara, Mangatas Sitorus anggota Kelompok Tani Perjuangan didampingi sekretaris K Sirait, meminta majelis hakim untuk melihat perkara ini secara seutuhnya. Menurut mereka, anggota kelompok tani (Pardamean Manurung) telah dituduh membakar hutan padahal yang dibakar adalah sampah. Padahal, nyata yang ada di lapangan bahwa areal yang dibakar tersebut bukanlah hutan melainkan ladangnya sendiri.

“Seluruh anggota Kelompok Tani Perjuangan tidak pernah merambah hutan. Kami mohon kepada majelis hakim agar melihat kondisi di lapangan. Kami sangat keberatan anggota Kelompok Tani Perjuangan dituduh membakar atau merambah hutan,” ujarna (ms)

Komentar

News Feed