Home Uncategorized Waspada Demam Berdarah, Di Ponorogo 4 Orang Meninggal dalam 3 Pekan

Waspada Demam Berdarah, Di Ponorogo 4 Orang Meninggal dalam 3 Pekan

by Redaksi

Ponorogo (Harian Medan) – Menjelang perubahan musim, angka kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Ponorogo kembali meningkat. Dalam tiga minggu saja tercatat sudah ada 73 orang suspek DBD. Bahkan 4 di antaranya meninggal dunia.

Salah satunya adalah suami Desi Krestiani, warga Desa Manuk, Kecamatan Siman.

“Suami saya itu demam tinggi sejak Kamis (17/1) minggu lalu. Sempat bolak balik diperiksakan ke bidan dan rumah sakit tapi tidak kunjung sembuh,” tutur Desi

Desi menambahkan awalnya sang suami menolak untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Namun karena sakitnya tidak kunjung sembuh akhirnya ia pun bersedia dipaksa untuk memeriksakan diri ke RS Griya Waluya.

“Karena badannya sudah bengkak saat mau diinfus sudah tidak ketemu pembuluh darahnya. Akhirnya makin sesak nafasnya. Dan puncaknya kemarin meninggal. Dugaan utama karena DBD kata rumah sakit,” terang Desi.

Desi pun sempat menyesalkan tidak adanya fogging di sekitar tempat tinggalnya.

“Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Harus ada perhatian khusus dari pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Rahayu Kusdarini mengungkapkan sejak awal Januari sudah terdata 73 orang suspek DBD.

“Kenapa tinggi karena cuaca tidak menentu. Ketika hujan menggenang, kemudian beberapa hari tidak hujan dan ini membuat nyamuk berkembang sangat mudah,” terang Rahayu secara terpisah.

Karena kasus DBD meningkat, Rahayu menegaskan pihaknya telah melakukan fogging hingga 21 titik. Dalam sehari Dinkes melakukan 2-3 titik untuk fogging dengan radius 100 meter.

“Data dari Dinkes hampir di seluruh kecamatan ada penderita DBD, namun ada 13 kecamatan yang tidak kena. Paling tinggi di Kecamatan Bungkal 10 orang, Kecamatan Kota 9 orang dan Kecamatan Balong 7 orang,” paparnya. (dt)

Baca Berita Lainnya