oleh

WhatsApp Messenger dan Instagram, 3 Layanan Akan Hadir dalam Satu Aplikasi

-Dunia, Tech-8 views

New York (Harian Medan)-CEO Facebook, Mark Zuckerberg, sedang sedang mempertimbangkan penggabungan tiga platform WhatsApp (WA), Instagram, dan Facebook Messenger. Namun, dikabarkan New York Times, pekan lalu (25/1/2019), penggabungan bukan berarti ada tiga layanan itu dalam satu aplikasi.

Zuckerberg ingin tiga platform itu saling terintegrasi. Jadi, pengguna bisa mengirim pesan melalui WA ke pengguna Instagram tanpa perlu keluar dari aplikasi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ribuan karyawan perusahaan raksasa itu tengah bersiap untuk melakukan konfigurasi ulang. Mereka harus mengubah sistemnya pada ketiga aplikasi tersebut agar bisa digunakan untuk mengirim pesan antar aplikasi.

“Kami ingin membangun pengalaman mengirim pesan sebaik mungkin, yang cepat, sederhana, andal, dan personal,” ujar Facebook dalam pernyataannya.

Jadi aplikasi WhatsApp, Instagram, dan Facebook Messenger tetap akan berdiri sendiri, aplikasi tunggal alias stand-alone. Jadi, Facebook sebagai pemilik ketiganya hanya akan menyatukan sistem dan infrastruktur back-end-nya.

Menurut Mike Isaac dari New York Times, penggabungan layanan itu bakal melibatkan aktivasi enkripsi end-to-end pada ketiga aplikasi tersebut. Maklum, saat ini hanya WA yang memiliki fitur enkripsi secara default untuk semua percakapan sehingga orang lain tak akan bisa membaca pesan itu — termasuk para teknisi Facebook.

Sementara Facebook Messenger hanya mendukung fitur ini dalam mode percakapan aman khusus, yang tidak otomatis default berlaku dan harus diaktifkan secara terpisah saat akan mengobrol. Sedangkan, Instagram tidak memiliki enkripsi sama sekali.

“Kami sedang berupaya membuat lebih banyak produk perpesanan kami terenkripsi end-to-end (dari ujung ke ujung) dan mempertimbangkan segala cara untuk membuatnya lebih mudah menjangkau teman dan keluarga dalam jaringan,” ujarnya.

Ide penggabungan ini sebenarnya bertentangan dengan janji Zuckerberg ketika mengakuisisi WhatsApp dan Instagram. Dahulu, ia menjanjikan kemandirian dan otonomi masing-masing platform tanpa campur tangan Facebook.

Kontrol Facebook yang makin dalam ini sebenarnya sudah bikin gerah para pendiri WhatsApp dan Instagram. Bahkan mereka sudah mundur karena merasa keberatan.

Namun menurut Mashable, Sabtu (26/1), ide ini cukup strategis bagi Facebook yang sedang mengalami penurunan popularitas akibat skandal penyalahgunaan data dalam dua tahun terakhir. Selain itu Facebook tak cukup populer di kalangan pengguna muda.

Sebaliknya, Instagram didominasi para remaja dan WhatsApp digunakan secara luas di global. Jadi, Facebook dapat menjangkau, menganalisis, dan beriklan secara lebih baik dan tepat kepada audiensnya sekaligus hanya dengan satu integrasi.

Tetapi rencana satu integrasi ini bisa menimbulkan masalah baru. Misalnya bagaimana kebijakan Facebook dalam hal data di seluruh platform dan pihak ketiga.

Satu masalah lainnya adalah dari sudut pengguna. Apakah pengguna WA dan Instagram harus menyertakan nama asli pula seperti para pengguna Facebook. Atau bagaimana jika pengguna WA tidak punya akun Facebook? Apakah mereka akan otomatis muncul dalam sistem tulang belakang Facebook?

Maklum selama ini Facebook pada dasarnya menyimpan profil pengguna dalam profil bayangan. Apakah integrasi perpesanan ini membuat kemampuan ini selangkah lebih maju?

Yang jelas, rencana integrasi ini masih sangat dini dan Facebook tidak mengungkap kapan akan berjalan. Untuk tahap awal ini, kemungkinan bakal selesai pada akhir 2019 atau awal 2020. (bt)

Komentar

News Feed