oleh

Bawa 1,5 Kg Sabu, Dua Kaki Residivis itu Ditembak

-Berita-6 views

Harian Medan-Darma Sugita (34), warga Jalan Mesjid Dusun III, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal terpaksa dilumpuhkan dari kedua kakinya karena berusaha kabur dari pengejaran petugas. Dari tersangka yang bertindak sebagai tukang ‘pikul’ (kurir, red) diamankan narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,5 Kg berikut sepeda motor matic Honda Vario merah nomor polisi BK 4770 AGR milik tersangka.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing dan Kanit Reskrim Iptu Philip Purba, Sabtu (24/2) sore, menyebutkan penangkapan tersangka berkat kesigapan personelnya yang mendapat informasi adanya seorang pria di kompleks MMTC, Jalan Pancing Medan akan melakukan transaksi narkotika jenis sabu.

Mendapat informasi tersebut, personel langsung melakukan penyelidikan ke lokasi yang disebutkan. Petugas menemukan seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan mengendarai sepeda motor. Saat hendak diberhentikan, tersangka membuang barang bawaannya dan berusaha kabur. Walau sudah diberi tembakan peringatan, namun dia tidak mengindahkan hingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur ke dua kaki pelaku.

“Saat dihentikan petugas, pelaku menjatuhkan bawaannya dan berusaha kabur. Sempat diberikan tembakan peringatan, namun pelaku tetap berusaha melarikan diri hingga personel kita terpaksa memberikan tembakan tegas terukur pada kedua kaki pelaku,” kata Dadang Hartanto.

Polisi menemukan sebuah tas berisi 3 bungkusan plastik klip berbentuk kristal diduga sabu seberat 1,5 kg. Bersama barang bukti diduga sabu tersebut berikut sepeda motor yang digunakan, tersangka dalam kondisi kedua kaki berlumuran darah diboyong ke RS Bhayangkara Medan. Kepala polisi, residivis itu mengaku hanya mengantarkan barang haram tersebut kepada seseorang wanita di Jalan Gagak Hitam Ringroad, Kecamatan Medan Sunggal dengan upah Rp7 juta.

“Jadi tersangka ini merupakan resedivis dalam kasus kepemilikan daun ganja. Tersangka mengaku barang haram itu akan diantar ke Jalan Gagak Hitam Ringroad kepada seorang perempuan. Pelaku mendapatkan upah sebesar 7 juta rupiah dari perempuan tersebut bila barang tersebut sudah sampai. Jadi, pelaku ini merupakan kurir,” terang Dadang.

Disinggung asal muasal barang haram tersebut, Kapolrestabes Medan menyebutkan, barang haram tersebut didapat tersangka dari seorang jaringan narkoba Aceh. “Tersangka mengaku mendapat barang haram tersebut dari seseorang merupakan jaringan narkoba asal Aceh. Untuk kasus ini kita masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lain. Pelaku dipersangkakan Pasal 114 ayat (2) Subs 112 ayat (2) dari UU RI No.35 Thn 2009 dengan acaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup,” pungkas Dadang. (ha)

Komentar

News Feed