oleh

Benarkan Dirinya Dipecat Sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi, Mantan Sekda Sumut Hasban Ritonga Tak Mau Komentar Banyak

-Medan-60 views

Medan (Harian Medan)-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumut baru-baru ini telah memberhentikan empat orang dewan pengawas. Satu di antara dewan pengawas tersebut adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara, Hasban Ritonga, Sabtu (9/2/2019).

Mantan Sekda Sumut tersebut tidak mau berkomentar banyak mengenai pemecatan yang telah diterimanya dengan secara tidak etis.

Saat dikonformasi, Hasban mengatakan, benar adanya pemecatan yang telah dilakukan oleh PDAM Tirtanadi Sumut dalam surat keputusan.

Namun, saat ditanya lebih jauh mengenai pemecatan yang dilakukan, Hasban menyuruh untuk menanyakan perihal tersebut kapada rekan-rekan lainya bernasib sama

“Sudah ada- sudah ada, tanya kawan-kawan yang lain lah ya adikku. Kalau dengan kawan-kawan lain aja dulu lah,” kata dia, melalui sambungan telepon genggam.

Dirinya juga mengatakan, bahwa pemecatan tersebut dilakukan secara tidak terhormat, lantaran belum mengetahui apa kesalahan yang dirinya perbuatan.

“Gak elok lah kalau saya ngomong, gak semuanya dari Abang lah dulu ya,” ucapnya.

Staf Humas PDAM Tirtanadi, Zaman Mendrofa membenarkan adanya dewan pengawas perusahaan daerah tersebut yang telah diberhentikan.

“Ya benar ada empat orang yang telah diberhentikan, tetapi kalau mau tahu mengenai masalahnya bisa langsung mengkonfirmasi ke Kantor Gubernur,” kata Zaman, saat  menyambangi Kantor PDAM Tirtanadi, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan.

Adapun keempat nama yang Zaman beritahukan yaitu Hasban Ritonga, Farianda Sinik, Tengku Fahmi Johan, Anggia Rahmadan. Secara jelasnya, Zaman tidak bisa memberitahukan apa penyebab dewan pengawas tersebut diberhentikan

Sebelumnya, perusahaan tersebut mendapatkan kiriman papan bunga, dari orang yang tidak dikenal. Papan bunga tersebut bertuliskan “Turut Berdukacita Atas Diberhentikan nya, Dewan Pengurus Tirtanadi Sumut, Dari Komunitas Pencinta PDAM Tirtanadi Sumut”.

Zaman tidak berkomentar terkait papan bunga yang terletak di halaman.

“Kalau itu saya tidak tahu, karena saya datang jam setengah 8 papan bunga itu gak ada,” katanya.

Saat memasuki gedung tersebut, tidak tampak lagi papan bunga. Tetapi pada saat memasuki halaman parkir, terlihat satu papan bunga sudah dibongkar dan diletakkan di bawah pohon dekat dengan parkiran sepeda motor.(tr)

Komentar

News Feed