oleh

Dituduh Pakai Santet, Rumah 2 Warga ini Dibakar dan Penghuni Disuruh Pindah

-Aceh-51 views

Harian Medan – Dua unit rumah milik ayah dan anak di Dusun Cot Jalo, Gampong Peudari, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara ludes dibakar massa. Penghuni juga disuruh pindah dari kampung tersebut. Warga yang marah menuding pemilik rumah itu telah melakukan santet.

Peristiwa itu terjadi Senin (18/2/2019), menjelang subuh. Pemilik rumah adalah IB (60).Lokasi kejadian Selasa (19/2/2019) sore–sehari pasca insiden itu berlangsung di lokasi hanya terlihat puing-puing bangunan yang sudah hangus jadi arang.

Garis Police line juga nampak terpasang di sekitar rumah yang terbakar. Beberapa warga ketika ditanyai mengaku tidak tahu pasti awal mula peristiwa itu. Sebagian lainnya, malah terkesan enggan menceritakan rincian kejadian. Setelah bersusah payah mencari keterangan, seorang warga akhirnya bersedia sedikit menceritakan awal mula kejadian.

“Awalnya ada warga sakit aneh, terus dia tiba-tiba cepat kali berhasil hidupnya di sini,” kata sumber yang minta namanya tidak ditulis. Menurut warga di sana, merupakan pendatang yang sudah lama menetap di Dusun Cot Jalo. Namun, selama ini keluarga tersebut juga jarang bergaul dengan masyarakat setempat.

“Dulu dia datang gak punya apa-apa, tapi baru skitar 15 tahun tinggal di sini, hidupnya langsung mapan,” kata sumber tersebut. Kemudian warga dikatakan mengintai perilaku IB di kediamannya. Hingga akhirnya mereka mencurigai IB telah melakukan hal-hal mistis. Warga kemudian menggrebek kediaman IB dan menemukan boneka kecil yang ditusuk jarum, jeruk perut dan beberapa benda lainnya yang diduga mengarah pada hal-hal mistik di dalam rumah tersebut.

Mendapat barang-barang bukti itu, massa yang marah kemudian langsung membakar rumah IB. Rumah pria yang diketahui memiliki kebun karet itu dan anaknya hanya berjarak beberapa meter saja. Akibatnya rumah anaknya juga ikut terbakar dalam kejadian itu. Pj Geuchik (Sekdes), M Gade, ketika ditemui wartawan di rumahnya membenarkan bahwa IB merupakan warga asal Bireuen dan sudah sekitar 15 tahun lebih menetap di dusun itu. Namun M Gade tidak bersedia merinci penyebab warga desa tersebut marah hingga membakar rumah.

Dalam hal ini, M Gade juga mengatakan, sulit untuk membuktikan bahwa IB telah melakukan perbuatan santet. Karena itu semua hanya bersifat gaib atau tidak kelihatan. “Mungkin secara tidak langsung masyarakat mengetahui ada hal-hal yang seperti itu di rumah tersebut. Dia sudah lama tinggal di sini, lebih kurang sekitar 15 tahun lah. Coba silahkan ke lapangan saja pak. Keterangan sama di lapangan sudah jelas dan mungkin ada yang menyaksikan dari awal,” beber M Gade.

IB, menurut M Gade juga sudah membuat pernyataan yang disertai cap jempol di atas kertas yang diberi meterai Rp6.000 dan ditandatangani lima orang saksi dari pihak keluarga, enam orang saksi dari Gampong yang juga diketahui pihak Muspika setempat. Dalam surat itu dijelaskan, terkait insiden pembakaran rumah miliknya, IB serta anaknya, bersedia menyelesaikan permasalahan tersebut secara damai dan kekeluargaan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Terdapat tiga poin ketentuan dalam surat pernyataan tersebut, yakni ia bersama keluarga bersedia pindah dan Gampong Peudari dan berjanji akan tidak tinggal lagi di wilayah Gampong Peudari. IB bersama keluarga bersedia menerima ganti rugi atas tanah pekarangan rumahnya dan milik anaknya yang telah dibakar sejumlah Rp80 juta dari pihak Gampong. Kemudian pada poin ketiga dijelaskan, setelah adanya perdamaian dengan pihak Gampong Peudari maka dirinya menyatakan permasalahan tersebut telah selesai dan tidak akan menuntut pihak manapun dikemudian hari baik secara hukum pidana maupun hukum perdata yang berlaku di NKRI. (mj)

Sumb

Komentar

News Feed