oleh

Kesal Wakilnya Didemo, Edy Rahmayadi: “Kenapa gak kau demo orang Jakarta”

-Medan-1.133 views

Medan (Harian Medan)-Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta kepada pengunjuk rasa yang datang ke Kantor Gubernur untuk tidak memojokkan wakilnya Musa Rajeckshah terkait dengan kasus alih fungsi lahan oleh PT ALAM yang kini ditangani Polda Sumut.

Edy Rahmayadi mempertanyakan niat para pendemo yang dipimpin oleh koordinator aksi Indra Minka. Dia heran kenapa nama Ijeck dibawa-bawa dalam aksi demo tersebut.

“Kenapa gak tentang register 40 yang kau ributi. Seharusnya itu yang kau angkat jadi judul. Kenapa ijeck aja yang kau apakan (demo),” kata Edy saat menjawab para pengunjuk rasa yang hadir, Jumat (8/2/2019).

Edy kemudian meminta untuk tidak mempolitisir kasus terkait alih fungsi lahan PT ALAM.

Sementara itu kasus PT ALAM sudah masuk ranah hukum dan sudah menetapkan Musa Idishah alias Dodi adiknya Ijeck sebagai tersangka kasus penyerobotan lahan hutan di Kabupaten langkat.

“Karena aku cinta Sumut, jabatan dan pangkat aku lepas, tapi aku tak mau dipolitisir,” ucap Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat menyampaikan keterangan bersama dengan perwakilan pengunjuk rasa.

Massa yang didominasi oleh mahasiswa ini berunjukrasa, meminta kepada Edy Rahmayadi untuk segera melakukan evaluasi terhadap lahan-lahan yang selama ini telah dialih fungsikan menjadi perkebunan sawit.

Edy Rahmayadi akan segera mengusut tuntas permasalahan lahan tanah yang dialih fungsikan.

Semua lahan yang bermasalah akan segera dilakukan pembahasan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) termasuk juga wilayah Register 40.

“Nanti saya akan bahas dulu, saya akan panggil Dinas Kehutanan bila perlu Kementerian Kehutanan sekalian,” katanya.

Merasa tidak senang dengan perkataan Edy, Indra Minka terlihat grasak-gresuk mendengar lontarannya.

“Gayamu aja udah kayak diatas gubernur. Kau ngomong aku sopan, giliran awak ngomong ntah kemana-mana kau lihat,” ujar Edy.

Edy Rahmayadi terlihat kesal karena sudah tiga hari berturut-turut didemo oleh beberapa kalangan masyarakat, mahasiswa dan aktivis lingkungan

Dia kemudian mengultimatum para perwakilan pengunjuk rasa yang hadir untuk memberikan solusi terhadap masalah yang ada.

“Kenapa gak kau demo orang Jakarta, kenapa kau demo sama aku. Bunyinya ini menjurus kepada Ijeck semuanya. Kau pasang spanduk itu di depan pintu, kau masukkan kendaraan jelek kau itu. Aku juga punya cara, jangan cara kau aja yang kau pikirin, cara aku gak kau pikirin,” kata Edy Rahmayadi.

Mantan Pangdam I/BB ini juga meminta kepada masyarakat selalu memberikan masukan dengan cara tidak berdemo karena menggangu aktivitas para pengguna jalan atau yang sedang bekerja.

“Kasih saya masukan jangan kau demo di depan itu. Hormat aku sama kau kalau masih masukan, kubayar kau, serius saya loh ini,” ujarnya.

Sementara itu terkait dengan register 40, pada Februari 2007, Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan agar pemerintah mengambil alih lahan yang dikuasai DL Sitorus melalui perusahaan perkebunannya.

Lahan ini berada di kawasan hutan Register 40 yang masuk Kabupaten Padang Lawas dan Padang Lawas Utara. Eksekusi baru dilaksanakan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada Rabu, 26 Agustus 2007, di Medan.

Eksekusi dilakukan dengan cara mengambil alih manajemen pengelolaan lahan seluas 47.000 hektar.

Lahan inilah yang sebelumnya dikuasai perusahaan DL Sitorus, yaitu Koperasi Perkebunan Kelapa Sawit Bukit Harapan, PT Torganda, Koperasi Parsub, dan PT Torus Ganda.

Pada saat proses eksekusi berlangsung di kantor Kejaksaan Tinggi Sumut, ratusan orang menyatakan penolakan terhadap eksekusi.

Mereka mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Adat Simangambat Ujung Batu.

Mereka menilai lahan Register 40 merupakan tanah ulayat yang dilindungi oleh hukum. Pemakaian tanah oleh DL Sitorus sejak 1998 berlangsung atas permintaan warga. (tr)

Komentar

News Feed