oleh

Mengenang Olo Pangabean “God Father” Ala Medan

Olo Panggabean, Sang Godfather Kota Medan. Beliau lahir di Tarutung24 Mei 1941 – meninggal di Medan30 April 2009 pada umur 67 tahun)
.
Pengusaha yang punya latar belakang simpang siur dan konon memiliki ilmu kebal itu masih dikenang warga Kota Medan

Sahara Oloan Panggabean nama lengkapnya, sosok tokoh masyarakat paling berpengaruh di Medan, kota ketiga terbesar Indonesia. Orang-orang lebih akrab memanggilnya Olo Panggabean.

Kerabat terdekatnya lebih senang memanggilnya dengan sebutan “godfather”, Kenapa? Sebab beliau adalah pemimpin Ikatan Pemuda Karya (IPK) yang berpengaruh di Medan dan sekitarnya. Politikus dari berbagai partai juga menjalin komunikasi dengan pimpinan IPK.

Saat Olo Pangabean Menghadiri Pesta Adat Pernikahan

Itu baru satu versi cerita. Kalau merujuk kabar burung lainnya, Olo adalah kriminal kelas berat, pengusaha judi, kepala jaringan penagih utang, dan macam-macam seliweran rumor lainnya. Cerita tadi beredar begitu liar, karena Olo lebih dikenal karena reputasinya, namun tak banyak orang punya akses mengenal sang ketua IPK lebih dekat.

Banyak pujaan bagi beliau salah satunya sang Pimpinan IPK ini sangat sayang dengan keluarga, yang seluruh keluarganya beliau ajak tinggal dirumahnya mewah miliknya dikawasan Jl. Sekip Medan.

Selain tinggal serumah atau berdekatan Olo Pangabean sangat suka travelling kalau kata anak muda sekarang Travelling atau jalan-jalan. Soalnya dalam setahun, keluarga besar Olo Panggabean bisa sering jalan-jalan ke luar negeri .

Tapi ada satu rumor sudah pasti jadi pembicaraan orang banyak, kalau Olo adalah lelaki sakti. Berkat kesaktian itulah Olo didapuk menjadi tokoh pemuda di Medan. Konon tubuh sang opung kebal bacokan, mau pakai kelewang ataupun katana paling tajam sekalipun. Diluar dari pada itu banyak yang akui dia sangat pintar mengatur strategi dan dia businessman yang handal.

Olo memiliki reputasi sebagai preman. Dia dituduh melakukan pemerasan, menarik uang keamanan, dan menjalankan usaha yang bertumpu imej seram tersebut.

Olo adalah sosok orang kuat di Medan selain tokoh macam Anwar Kongo dan Pendi Keling. Berdasarkan catatan Ian Wilson—peneliti dari Asia Research Centre, Murdoch University—mereka bertiga dulu sempat sama-sama bergabung di Pemuda Pancasila. Tapi Olo kemudian keluar, membentuk IPK pada 28 Agustus 1969 bersama sobatnya Syamsul Samah. Masing-masing tokoh tadi punya wilayah kekuasaan berbeda.

Dualisme sosok Olo inilah—sebagai preman yang luwes terjun di dunia politik dan kemasyarakatan, sambil terus menyandang cap sebagai sosok disegani—yang membuatnya jadi legenda di antara “tokoh-tokoh pemuda” Indonesia lain. Penduduk Ibu Kota mungkin rutin mendengar nama besar John Kei atau Hercules, yang sudah menyerupai mitos. Namun dua nama besar ‘tokoh pemuda’ di Jakarta tadi tak menduduki posisi yang sentral dalam konsolidasi kekuasaan Ibu Kota—sebab masih ada pemerintah pusat di Jakarta. Sementara di kota-kota yang lebih kecil, preman bisa menajamkan pengaruh dengan lebih bertaji. Sama seperti Gun Jack di Yogyakarta, Olo Panggabean adalah sosok orang kuat dengan reputasi bak selebritas, dan sang dewaermawan yang disegani kawan maupun lawan.

Komentar

News Feed