oleh

Peternakan Ayam ini Picu Hama Lalat, Pemilik Diminta Warga Sekitar Jaga Lingkungan

-Aceh-8 views

Harian Medan – Peternakan ayam pedaging milik Mahzir, di Desa Buket Padang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara sudah berjalan dua tahun. Dalam kurun waktu itu pula, dia sudah berhasil panen sembilan kali. Namun keberhasilannya itu kini dinilai mengganggu warga sekitar. Pasalnya, peterenakan itu dituding sebagai penyebab berkembangnya hama lalat, yang selalu hinggap di meja-meja kedai kopi dan sejumlah perumahan warga.

Saat ditemui wartawan, beberapa warga menyampaikan keresahan mereka soal hama lalat yang beterbangan dan hinggap di makanan, walau saat ini, jumlah itu terlihat berkurang karena ayam-ayam pedaging baru saja memasuki masa panen.

“Untuk saat ini lalatnya berkurang, mungkin kandangnya sedang kosong karena baru panen. Lalat akan kembali ramai kalau ayamnya mulai dipasok lagi ke kandang,” ujar beberapa warga di sana. Abdurrahman Y–seorang warga setempat–sangat berharap agar pemilik ternak ayam tersebut dapat mengatasi masalah itu dengan lebih memaksimalkan pembersihan sebagai upaya mencegah penyakit yang diakibatkan hama lalat, terutama yang dapat menyerang anak-anak. “Menurut warga di sini selama ini banyak lalat yang beterbangan di warung bahkan rumah.

Sebelum ada kandang ayam itu tidak ada lalat, tapi sekarang banyak lalat. Intinya berharap kepada pemilik ternak ayam untuk maksimalkan perawatan sebagai upaya mencegah perkembangan lalat,” harapnya. Menanggapi persoalan itu, Mahzir didampingi Zainuddin selaku Geuchik setempat, yang juga abang kandungnya, mengatakan saat ini ayam yang diternak berjumlah 3.500 ekor dan sudah dipanen dengan membentuk kemitraan dengan salah satu PT di luar Aceh.

“Dalam segi lingkungan memang kita jaga seratus persen dengan cara menyemprot kotoran, kalau soal bau saya semprot pakai karbon. Komplain dari masyarakat tetap saya jaga,” ujarnya. Menurutnya, untuk saat ini belum ada masyarakat yang datang langsung untuk memprotes usaha ternak ayam miliknya, hanya saja ia mendengar secara isu yang dibincangkan di kalangan masyarakat. Kendati ia akan tetap menjaga lingkungan dengan baik.

“Cara kerjanya begini bang, lalat ada satu atau dua saat kandang kosong. Nah, ketika kosong kan ini kandang saya bersihkan, ada menyisakan becek. Di situlah lalat berterbangan karena tidak ada pakan,” terangnya. Terkait persoalan ini dirinya menyatakan untuk kedepan akan menjaga lingkungan semaksimal mungkin. “Ke depan untuk lingkungan akan saya jaga semaksimal mungkin, mengenai lalat dan bau. Akan saya jaga semampu saya,” tandas Mahzir. (mj)

Komentar

News Feed