oleh

Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi Datangi DPRDSU, Usut Dugaan Korupsi Rp344 M di Bank Sumut

-Medan-95 views

Harian Medan-Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi “menggeruduk” DPRD Sumut, Jumat (1/3) menuntut Kejatisu dan Poldasu segera mengusut kasus dugaan korupsi di PT Bank Sumut senilai Rp344 miliar lebih yang diduga melibatkan GP mantan Dirut bank milik pemerintah daerah itu.

“Kami menduga GP semasa menjabat Dirut PT Bank Sumut ikut terlibat dalam penyalahgunaan wewenang dan tindak pidana korupsi. Poldasu maupun Kejatisu seharusnya sudah menangkap dan menetapkannya menjadi tersangka,” ujar juru bicara Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi Sumut Fakhrurrozi dalam orasinya.

Dugaan penyalahgunaan wewenang ini semakin kuat terungkap, setelah adanya temuan BPK RI pada tahun 2010, bahwa ada 22 kasus yang disinyalir merugikan keuangan negara sebesar Rp344 miliar lebih di PT Bank Sumut, tapi hingga kini tidak jelas pengusutannya.

“Pihak petinggi Bank Sumut waktu itu telah membagikan uang miliaran rupiah yang berdelik pembagian jasa laba tahunan yang dibuktikan dengan temuan BI (Bank Indonesia) yang mengacu kepada surat keputusan Dirut PT Bank Sumut,” teriak Fakhrurrozi.

Bahkan pada tahun 2011, tambahnya, KPK melalui juru bicara Djohan Budi pernah menyatakan adanya indikasi GP melakukan korupsi di Bank Sumut. Kemudian pada tahun 2012 untuk kasus yang sama juga GP diadukan ke polisi. Tapi sampai kini tidak jelas ujung pangkalnya.

Berkaitan dengan itu, pengunjukrasa menuntut DPRD Sumut agar ikut mendorong Kejatisu dan Poldasu mengusut kasus dugaan korupsi ini. “Jika DPRD Sumut tidak mau mendesak, berarti patut diduga ikut menyetujui korupsi di Bank Sumut,” teriak mahasiswa dalam orasinya.

Seperti diketahui, unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa kali ini merupakan yang kedua kalinya setelah Jumat pekan lalu. Tapi tidak satupun anggota dewan yang menerima aspirasi mereka, karena gedung dewan sudah kosong sejak Rabu (27/2) hingga Jumat (1/3).

Namun demikian para mahasiswa tidak percaya anggota dewan tidak ada yang masuk kantor, sehingga berusaha mendesak masuk ke dalam gedung dewan guna memeriksa dan mencari anggota legislatif. Tapi karena tidak diijinkan aparat Kepolisian, akhirnya mahasiswa meninggalkan gedung dewan dengan tertib. (si)

Komentar

News Feed