oleh

Hina Jokowi dan Megawati, Polisi Akan Selidiki Insiden Running Text SPBU Marelan

Harian Medan – Running text digital milik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pasar III Marelan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, mendadak bikin heboh lantaran memuat tulisan yang menghina Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, pada Jumat, (24/05/2019) malam.

Menyikapi hal tersebut, pihak kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan berencana akan menyelidiki kasus yang sebelumnya viral di sosial media tersebut.

“Running text berisi hinaan tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, masyarakat yang mengetahuinya langsung heboh, sehingga sebagian sempat merekam videonya. Kemudian sekitar satu menit, satpam yang mengetahui hal itu, langsung mematikan papan display tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jericho Lavian, Sabtu (25/5/2019).

Polisi menduga, aksi ini dilakukan oleh orang lain diluar SPBU yang berhasil mendapatkan akses masuk ke pengelolaan display harga SPBU tersebut. Menurutnya, kontrol display tersebut bisa saja dilakukan melalui smartphone bagi mereka yang mengetahui username dan password, apalagi jika akses masuknya masih menggunakan login bawaan pabrik.

Untuk mendalami proses penyelidikan, polisi sudah memeriksa 6 orang untuk dimintai keterangan.

“Polisi sudah memintai keterangan beberapa orang, mulai dari manajer, pegawai SPBU serta warga sekitar. Jadi sampai sore ini ada enam orang yang diperiksa,” jelasnya.

“Kita masih berupaya melakukan pendalaman lebih lanjut dengan memeriksa sejumlah saksi. Terhadap pelaku ancamannya pidana. UU mengenai penghinaan kepala negara bisa kita gunakan,” lanjutnya.

Seperti yang ramai diberitakan, running text di papan harga milik SPBU Pasar III Marelan, Kota Medan ini membuat heboh masyarakat sekitar karena memuat kata – kata yang tidak senonoh dan sangat vulgar kepada Presiden Jokowi dan Ketum PDIP, Megawati. Rekaman video kejadian tersebut langsung viral di sosial media.

Komentar

News Feed