Home Uncategorized Bonceng Hadap Samping Dilarang, Ini Solusinya

Bonceng Hadap Samping Dilarang, Ini Solusinya

by Redaksi

Pakai rok biasanya jadi alasan wanita duduk menghadap samping ketika dibonceng sepeda motor. Cara dibonceng seperti itu tidak direkomendasikan dalam ajaran keselamatan berkendara karena posisi tubuh tidak dalam sikap sempurna.

Saat duduk menyamping berarti boncenger cuma menginjak satu foot peg. Itu artinya boncenger mengabaikan hal penting saat berkendara, yaitu mendukung keseimbangan biker.

Saat dibonceng, tugas penumpang menyelaraskan gerakan tubuh dengan pengendara. Sebab, itu direkomendasikan duduk menghadap depan.

“Motor itu tidak mengenal kata stabil, motor itu hanya seimbang. Pengemudi baik dinilai dari tiga aspek, yaitu pergerakan (kecepatan) sesuai kondisi, lintasan (menanjak tikungan, dan lainnya), dan posisi berkendara,” ujar Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Rabu (21/3/2018).

“Nah, posisi berkendara itu termasuk boncenger. Duduk yang paling ideal menghadap ke depan. Selain itu juga penumpang harus membekap atau memeluk pengendara, seperti menyatu,” ucap Jusri.

Dua perempuan yang mengenakan celana jins ketat dan duduk mengangkang mengendarai sepeda motor di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Minggu (23/6/2013), meskipun ada larangan mengenakan celana jins ketat dan duduk mengangkang bagi kaum perempuan yang dibonceng sepeda motor.

Bila perempuan bermasalah dengan memeluk pengendara, lanjut Jusri, caranya bisa dengan menempelkan bagian dalam kedua lutut ke pinggang pengemudi. Hal itu bisa menggantikan posisi rapat yang disarankan dalam posisi berkendara yang baik dan benar.

“Kalau tidak bisa menyatu karena konstruksi motor misalnya Harley-Davidson, karena bukan pasangan, kedua bagian dengkul itu harus membekap pinggul pengemudi. Jepitkan,” ucap Jusri.
Sumber: Kompas

Baca Berita Lainnya