oleh

Gerindra Berpeluang Rebut Pilkada Medan

-Medan, Politik-319 views

Harian Medan: Dengan perolehan 10 kursi di tingkat DPRD Medan, maka Gerindra dipastikan bisa mengusung Pasangan Calon Walikota – Wakil Walikota Medan tanpa harus koalisi dengan partai pengusung lainnya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan. Kemenangan Gerindra di Medan adalah salah satu indikator besarnya peluang Gerindra merebut kemenangan di Pilkada Medan.

Hal itu dikatakan pengamat politik dari Universitas Medan Area (UMA), Ara Auza, S.Sos, M.I.Kom, Selasa (11/6). Ara menjelaskan, berdasarkan Undang Undang (UU) Pilkada No 10 tahun 2016, tentang persyaratan pencalonan Pilkada yang juga dituangkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 3 tahun 2017, terdapat dua skema yang boleh digunakan Partai Politik (Parpol) ataupun gabungan Parpol pemilik kursi di DPRD untuk dapat mengajukan calon mereka.

Lanjutnya, pertama dengan menggunakan metode jumlah kursi, dimana Parpol maupun gabungan Parpol wajib memiliki syarat dukungan minimal 20 % dari total kursi di DPRD. Sedangkan yang kedua dengan menggunakan metode dukungan suara, dimana Parpol atau gabungan Parpol wajib memiliki dukungan minimal sebesar 25% dari suara sah pada pemilu legislatif di DPRD setempat pada Pemilu terakhir.

Menurut Ara, melihat dari jumlah perolehan suara dan jumlah kursi yang di peroleh Gerindra di Pemilu 2019 lalu, maka Gerindra dipastikan bisa mengusung calon sendiri dan berpeluang besar merebut Pilkada Medan. “Umumnya masyarakat memilih Parpol tentu karena banyak faktor, mulai dari efek para tokoh di Parpol baik Nasional maupun lokal, dan penilaian masyarakat sejauh apa kader Parpol berkontribusi di masyarakat. Terlepas dari itu semua, hari ini Gerindra berpeluang dan tidak begitu repot harus menentukan koalisi untuk mencalonkan di Pilkada Medan,” tegasnya.

Menurut Ara, tahapan Pilkada Medan tinggal hanya 3 bulan lagi. Artinya, jika tahapan itu di mulai pada September 2019, maka mulai dari sekarang Gerindra harus bisa menyiapkan kader terbaiknya untuk bertarung di Pilkada Medan. Katanya, hal ini penting diperhatikan, agar keinginan masyarakat memilih Gerindra, sejalan dengan keinginan mereka terhadap tokoh yang diusung Gerindra.

Ara mengatakan, Gerindra harus berkaca pada kekalahan di Pilkada Medan 2015 lalu, dan kedepan harus menghadirkan calon yang memang berasal dari Medan. “Ada beberapa nama yang patut diperhitungkan, seperti nama besar Gus Irawan Pasaribu, Ihwan Ritonga dan Sugiat Santoso,” katanya.

Ara menilai, Gus Irawan sangat layak diperhitungkan mengingat pengamalan beliau baik di daerah maupun di pemerintahan pusat sudah banyak dilaluinya. Pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Sumut, Ketua Gerindra Sumut, dan dipercaya Gerindra memimpin Komisi VII DPR RI. “Tentu itu modal yang sangat baik, dan bisa memberi harapan perubahan di wajah pembangunan Medan kedepan,” tegasnya.

Lalu nama Ihwan Ritonga Wakil Ketua DPRD Medan. Dan nama terakhir yang belakangan ramai di publik adalah Sugiat Santoso Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut. Ara mengatakan, nama Sugiat ramai dibicarakan karena kedekatannya dengan berbagai Ormas Islam di Medan dan juga tokoh Pemuda di Sumut. “Ketiga nama tersebut layak jual jika diusung Gerindra pada Pilkada Medan yang tahapannya akan di mulai pada September mendatang,” tegasnya.

Menurut Ara, jika Gerindra memaksakan pemain impor dari luar Kota Medan atau Sumut untuk pertarungan di Pilkada Medan, maka dikuatirkan para pemilih Gerindra akan beralih di Pilkada Medan 2020 mendatang. (Redaksi)

Komentar

News Feed