Home Aceh Direktur RS H Sahudin: Saya Siap Dikritik

Direktur RS H Sahudin: Saya Siap Dikritik

by Redaksi

Harian Medan (Kutacane) – Berulang kali dirasa diperlakukan tak adil, terkait pemberitaan kinerja Rumah Sakit Umum H Sahuddin Kutacane dr. Buhari SpOG. selaku Direktur Utama RSU Sahuddin “meradang” angkat bicara. Dia meminta jurnalis tak kangkangi kode etik jurnalistik.

Amatan jurnalis Harian Medan.Com sampai Rabu (24/07/2019), paramedis RSU H Sahuddin Kutacane bereaksi melalui akun facebook masing-masing mengklarifikasi pemberitaan beberapa media yang dinilai tidak adil. Memelintir isi berita terkesan muatannya menyudutkan kinerja mereka.

Bukan saya anti kritik kata dr. Buhari Sp.OG silahkan dipantau kinerja RSU Sahuddin. “Setiap saat saya siap berlaku kooperatif, tetapi tolong jangan menaikan berita secara sepihak tidak berimbang. Ini kan tak elok. Terlebih bila awak media memelintir isi berita, lain bunyi yang dikonfirmasi beda pula yang dimuat pada isi berita. Ini sama saja mempertontonkan perilaku jurnalis yang tak menghormati profesi sendiri” ujar dr Buhari kepada Harian Medan.

Demi meningkatkan pelayanan bagi pasien dan keluarga pasien, berbagai upaya telah dilakukan termasuk menggratiskan biaya fotokopi di rumah sakit. Namun tiba-tiba ada jurnalis yang memberitakan bahwa obat di rumah sakit kosong, tanpa konfirmasi. Padahal stok obat untuk pasien setiap saat dikontrol. Obat tetap ada dan cukup. “Ini benar-benar mengagetkan kami” kata Direktur Utama Rumah Sakit Sahuddin itu.

Bahkan beberapa hari lalu kembali mereka dikejutkan pemberitaan gaji tenaga honorer rumah sakit dirilis 3 bulan tidak dibayar, terhitung hingga bulan juli 2019. Padahal cuma satu bulan gaji tenaga honor belum dibayarkan. Keterlambatan pembayaran ini juga bukan disengaja, tetapi disebabkan keterlambatan realisasi dana BPJS. Pasalnya, gaji tenaga honorer tersebut dibayarkan dari sumber dana pelayanan BPJS, urai dr Buhari.

RS Sahuddin termasuk dalam kategori paling cepat menunaikan hak-hak karyawan dibanding rumah sakit lain. “Sudah bukan rahasia secara nasional ada tunggakan klaim BPJS. Namun demikian, Rumah Sakit Sahuddin masih tergolong cepat, tanggap, menyikapi demi tujuan menghadirkan pelayanan terbaik” demikian dr. Buhari Sp.OG. (Red)

Baca Berita Lainnya