Home Daerah KNPI Sumut: Setahun Kepemimpinan Eramas On The Track

KNPI Sumut: Setahun Kepemimpinan Eramas On The Track

by Redaksi

Harian Medan (Medan) – Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut, H. Musa Rajeckshah, (Eramas) dinilai on the track dalam memimpin setahun pemerintah Provinsi Sumut. Eramas berhasil merubah paradigma masyarakat negatif yang selama ini kerap dialamatkan pada birokrasi pemerintah Provinsi Sumut.

Hal itu dikatakan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut, Sugiat Santoso, SE. MSP, Selasa (30/7). Menurut Sugiat, dalam catatan KNPI terkait setahun kepemimpinan Eramas sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, ada berbagai capaian yang dinilai berhasil dan dampaknya dirasakan positif bagi masyarakat.

Katanya, hal positif tersebut diantaranya Eramas berhasil mengubah paradigma birokrasi di Sumut yang bersih, transparan tanpa politik uang. Sugiat mencontohkan soal pengangkatan Komisaris dan Dewan Pengawas di berbagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan berbagai pelantikan pejabat Esselon IV, III dan II di lingkungan Pemprov Sumut. “Tidak ada satupun dari mereka yang diamanahkan tersebut dipilih dengan cara yang tidak transparan. Semua terbuka, dilakukan tes secara fair sesuai kompetensi dan punya kapasitas,” tegas Sugiat.

Menurut Sugiat, hal itu sudah sangat tepat dan penting dilakukan, karena bagaimana mungkin Eramas bisa berhasil membangun Sumut jika Pak Edy dan Bang Ijeck tidak punya orang kepercayaan dan tidak punya bawahan yang se visi dalam membenahi birokrasi dan membangun Sumut kedepan.

“Mereka para Esselon itu adalah para eksekutor lapangan birokrasi, oleh sebab itu mereka yang pilih nantinya haruslah punya kapasitas kompetensi yang baik dan punya visi yang sama terhadap Pak Edy dan Ijeck dalam membangun Sumut kedepan,” tegasnya.

Sugiat yakin seratus persen bahwa mereka para pejabat Esselon IV, III dan II adalah mereka yang dipilih dengan proses yang bersih, transparan dan tanpa percaloan politik uang.

Lanjut Sugiat, komunikasi dan relasi ke DPRD Sumut juga berlangsung dengan baik tanpa harus melakukan politik transaksional. Menurutnya, hal itu sudah sangat tepat demi menghindari masalah hukum seperti periode sebelumnya. “Pak Edy dan Bang Ijeck paham betul konsekuensi hukum seperti pemerintah sebelumnya. Hal itu bisa membuat pemerintahan kita lumpuh, jika politik transaksional terus berlanjut antara eksekutif dan legislatif,” kata Sugiat.

Sugiat menilai, langkah Eramas di awal pemerintahannya fokus bayar hutang Dana Bagi Hasil (DBH) ke Kab/kota di awal pemerintahannya dinilai sebagai bentuk tanggung jawabnya seorang pemimpin bagi bawahannya. Katanya, kalau dulu hutang itu dibiarkan menumpuk dan pembangunan di daerah juga terbengkalai.

Sugiat menilai bahwa setahun kepemimpinan Eramas sudah on the track dan berjalan sesuai visi misinya menjadikan Sumut sebagai provinsi yang Bermartabat. (Red)

Baca Berita Lainnya