Home Medan Menjelang Pilkada Medan 2020

Menjelang Pilkada Medan 2020

by Redaksi

Harian Medan (Medan) – Keberadaan Orang-orang bijak (mungkin ada di Kota Medan seorang ideolog, philosof, akademisi, pemuka agama) pasti akan mendapati dan menapaki “jalan yang sulit” karena pasti akan dibatasi dengan prosedur, dibatasi oleh orientasi elit politik yang pragmatis, dan juga dibatasi oleh orientasi pemilih yang transaksionis.

Jadi mereka yang bijak pasti “menjauhi” Pilkada yang pada dasarnya masih diselimuti realitas yang demikian, sementara mereka yang pragmatis pasti “mendekati”nya. Dengan demikian, tentu saja Pilkada Walikota Medan 2020 akan tetap diwarnai calon – calon pemimpin yang pragmatis dan oportunis yang bertujuan demi kepentingan pribadi dan kelompoknya semata.

Oleh karena itu, mesti ada upaya-upaya serius dari berbagai kalangan untuk mendorong tampilnya calon alternatif diluar dari yang “disediakan” oleh partai politik. Kondisi kota Medan yang selama ini kerap mendapat predikat sebagai kota “terjorok”, “terkorup”, “terminim pemilih”, “terkena banjir jika hujan”, sudah cukup memberikan image buruk bagi kota berjuluk metropolitan ini.

Sehingga yang terjadi adalah, Kota Medan tampak menjadi kota yang tidak manusiawi bagi warganya. Kondisi seperti ini mestilah menjadi alasan bagi kita untuk mendorong tampilnya calon-calon alternatif yang betul – betul memiliki dedikasi untuk menjadikan Kota Medan Lebih Manusiawi di masa depan.

Penulis : H. Dadang Darmawan Pasaribu, M.Si (Peneliti Ahli Institut Kolektif, Dosen FISIP UMA)

Baca Berita Lainnya