oleh

Saleh Selian: Ada Yang Kepanasan, Baliho LIRA “Lawan Korupsi” Lewong

-Aceh-294 views

Harian Medan  (Kutacane) – M. Saleh Selian, Bupati LIRA Aceh Tenggara, menyesalkan tindakan oknum yang tidak bertanggungjawab, menghilangkan baliho yang memuat keresahan warga tentang judi togel, jackpot, kasus korupsi, illegal logging serta tuntutan penertiban galian C.

Kepada Harian Medan, Sabtu (20/07/2019). M. Saleh Selian menyebutkan baliho yang menyuarakan keresahan warga disuarakan LIRA dipajang di bilboard tepat di jantung kota Kutacane. “aksi itu adalah wujud kepedulian LIRA terhadap daerah dan ekspresi protes serta dukungan moral LIRA terhadap penegakan hukum di Aceh Tenggara” ungkap Saleh Selian.

Baliho yang dipajang pada Kamis (18/07/2019). Kemungkinan dicuri malam Jumat atau Jumat dini hari. Intinya LIRA tegas meminta aparat hamba hukum di Aceh Tenggara maksimal bekerja memberantas penyakit masyarakat yang dinilai sudah meresahkan.

Dikatakan saat ini judi togel, judi jackpot, sudah merambah ke desa-desa. Illegal logging di hutan TNGL kerap terjadi. Perusakan lingkungan sudah menghantui akibat longgarnya pengawasan penertibkan kegiatan oenambangan galian C.

Kecuali itu Saleh mengungkapkan kasus dugaan korupsi proyek monografi desa bersumber dana ADD sekitar Rp 7 miliar diminta agar ditindaklanjuti oleh Kejari Aceh Tenggara dan Kejati Aceh. “pihak LIRA awalnya berencana melaporkan pencurian baliho LIRA ke polisi. Tetapi langkah hukum, terkait pencurian baliho LIRA tersebut tidak jadi dilakukan karena LIRA menilai lebih baik mengambil langkah kembali mencetak dan memasang kembali baliho tersebut”. Lanjut Ketua Lira Aceh Tenggara.

Menjawab siapa oknum pelaku pencuri baliho LIRA, dikatakan, sepertinya pelaku pencuri baliho adalah antek-antek pelaku judi dan pelaku korupsi di negeri Sepakat Segenep Aceh Tenggara, ujarnya. Indikasi ada pihak yang kepanasan dengan naiknya baliho LIRA, sebut Saleh, yakni pada malam Jumat pukul 20.00 Kasatpol PP Aceh Tenggara.

Rahmat Fadli menyampaikan ke Saleh, dia diperintahkan menurunkan baliho LIRA. Kemudian jumat pagi , baliho yang dipajang dan telah dibayar pajak iklan, pemasangan satu bulan Rp 1.200.000, lewong tak berbekas. Atas kejadian itu ujar Saleh LIRA langsung menghubungi handphone Kasatpol PP, namun jawaban Fadli tegas mengatakan. bahwa penurunan baliho itu bukan dilakukan anggota Satpol PP Pemkab Aceh Tenggara.

Sabtu (20/7) siang, “LIRA Aceh Tenggara, kembali memasang baliho yang dicetak ulang. Aspirasi rakyat ini tetap kami suarakan” Tegas Saleh Selian. LIRA  juga memberharap agar aparat hukum menelisik kegiatan PUAD pada Dinas Dikjar pada tahun 2018, juga tentang uang makan dan minum di lingkungan Setdakab Aceh Tenggara tahun anggaran 2018 yang nilainya miliaran rupiah. (Red/MP)

Komentar

News Feed