oleh

Gubernur Sumut Ajak Poldasu dan Kejatisu Bongkar Korupsi Arsyad dan Haris

-Headline, Medan-616 views

Harian Medan (Medan) – Kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh kedua Kepala Dinas Edy Rahmayadi terus didesak berbagai elemen untuk mengusut korupsi di 2 orang bawahannya. berbagai aksi dilakukan elemen masyarakat. Sebelumnya Edy Rahmayadi yang menerima pendemo di ruang Humas, tampak marah dan sedikit membentak. Edy pun menggebrak meja, sambil mengatakan “Iya Lah Kamu Paling Benar,”. Hal itu dilakukan Edy, saat berdebat dengan pendemo. (27/8/19)

Sebelumnya, Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (PB. ALAMP AKSI) berdemo dan menuntut beberapa poin. Diantaranya, yakni meminta Poldasu dan Kejatisu jangan lambat dalam mengungkap dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh Sdr. Arsyad Lubis dan Sdr. Abdul Haris Lubis.

Tuduhan pengunjuk rasa itu, membuat gubernur tampak geram. Apalagi karena para pengunjuk rasa lebih banyak berbicara dan melakukan perdebatan pada pertemuan itu, hingga kemudian Gubernur Edy menggebrak meja dihadapan wartawan dan para pendemo.

Menurut Edy Rahmayadi tidak ada alasan baginya memecat kedua kadisnya itu karena sampai saat ini belum ada satupun lembaga penegak hukum yang memeriksa keduanya melakukan praktik korupsi. Aliansi Mahasiswa Pemuda diminta untuk menunggu aparat yang berwenang untuk memeriksa sekaligus membuktikan bawahannya bersalah atau tidak

Edy Rahmayadi berjanji apabila ada kepala dinas yang sudah ketahuan melakukan korupsi, Edy menegaskan tidak segan-segan langsung mencopot dari jabatan. “Kalau ketahuan memang dia nyata dan menyalahi hukum hari ini juga dia langsung saya pecat,” ujarnya

Dua kadis yang dituding korupsi, yakni Kadis Pendidikan, Arsyad Lubis, dan Kadis Perhubungan, Abdul Haris Lubis. Keduanya hadir mendampingi Gubernur. Pengunjuk rasa menuding Arsyad dan Abdul Haris melakukan tindakan korupsi berdasarkan audit BPK RI Perwakilan Sumut.

Arsyad dituding korupsi dari pengelolaan dan sisa dana bos tahun 2012-2016 sebesar Rp 2,695 miliar. Sementara Abdul Haris dituding korupsi sebesar Rp 4,7 miliar dari kekurangan volume pekerjaan atas 16 paket proyek tahun anggaran 2017 semasa Abdul Haris menjabat Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut.

Komentar

News Feed