oleh

HIMMAH Dan PMII Desak Polda Dan Kejatisu Periksa Arsyad Lubis

Harian Medan (Medan) – Polda Sumut dan Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) di desak untuk audit Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 di Dinas Pendidikan Sumut yang dinilai merugikan negara Miliaran rupiah. Gudang logistik Dinas Pendidikan di Jl. HM Joni Medan akan disegel Mahasiswa karena menampung alat laboratorium hasil korupsi.

Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumut, Abdul Razak Nasution, Kamis (15/8). Razak mengatakan, ada beberapa CV pemain proyek alat laboratorium SMK di Dinas Pendidikan Sumut yang diduga bermasalah. Ada CV. Mekar Jaya, CV. Mitra Niaga Citra dan CV. Tunggal Daya. Katanya ketiga perusahaan tersebut punya nilai proyek yang sama di Dinas Pendidikan Sumut yang kurang lebih senilai 4,9 Miliar. “Itu masih perusahaan yang jadi pemenang tender, belum termasuk perusahaan yang belanja melalui e Katalog,” tegasnya.

Razak mengatakan, akibat adanya persekongkolan jahat antara pihak Dinas Pendidikan dan beberapa perusahaan pemenang tender, uang negara senilai 45 Miliar rupiah terbuang sia sia begitu saja. Katanya, barang barang yang di beli pakai uang negara itu kini tertumpuk tidak dipakai di gudang di Jl. HM Joni Medan.

“Kami juga tidak tau itu gudang siapa, namun yang pasti alat laboratorium itu disimpan di sana. Jika itu gudangnya Dinas Pendidikan, berarti perlu ditelusuri lebih jauh berbagai proyek lainnya yang disimpan disana,” tegasnya.

Razak mengatakan, dirinya kecewa dengan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, yang dinilai melindungi Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Arsyad Lubis, karena sampai dengan sekarang belum ada tindakan apapun yang dilakukan Gubernur terkait permasalahan yang kami sampai kan. “Kami akan bawa kasus ini ke penegak hukum untuk menindaklanjuti aksi kemarin,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut, Azlan Hasibuan, juga meminta Inspektorat dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Sumut untuk mempublikasi hasil audit di Dinas Pendidikan Sumut. Kita mendorong agar pemerintaan yang di pimpin Pak Edy Rahmayadi ini transparan, sehingga publik tau.

Azlan mengatakan, dirinya dan rekan rekan mahasiswa lainnya akan menyegel gudang yang dijadikan tempat penampungan hasil korupsi Dinas Pendidikan Sumut di Jl. HM. Joni. “Mau punya siapa pun gudang tersebut, kami tidak peduli. Yang jelas mengapa di gudang ituada alat laboratorium yang dibeli tahun 2018 lalu dengan nilai miliaran rupiah,” tegasnya. (Red)

Komentar

News Feed