oleh

Pintor Sitorus Dilaporkan Ke Poldasu Terkait Dugaan SKPI Palsu

Harian Medan (Medan) – Lembaga Pemantau Pemilu dan Pemerintahan Sumatera Utara (LP3SU), laporkan Calon Legislatif (Caleg) terpilih Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut IX, Pintor Sitorus, atas dugaan penggunaan Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) palsu saat mendaftar menjadi Caleg.

Hal itu disampaikan Ketua LP3SU, Salfimi SE, seusai menyampaikan laporannya di Polda Sumut, Senin (9/9). Salfimi mengatakan, SKPI Nomor: 422 -CadisdikWil.VII/2018 atas nama Pintor Sitorus, yang diterbitkan dan ditandatangani oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah VII Kota Cimahi Drs. H. Husen R. Hasan, M.Pd, diduga melanggar Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Permendikbud) No.29 Tahun 2014 tentang Pengesahan Fotocopy ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) dan Perbitan SKPI.

Katanya, dalam SKPI tersebut kami dari LP3SU menemukan kejanggalan yang tidak sesuai dengan Permen No. 29 tahun 2014, seperti SKPI yang tidak mencantum Nomor Induk, lalu SKPI yang tidak tercantum Nomor Ijazah, SKPI tidak dibubuhi sidik jari yang bersangkutan, SKPI tidak dibubuhi materai 6000, dan tidak ada tanggal kapan SKPI itu dikeluarkan.

“Kita duga SKPI itu palsu dan kalau pun benar di terbitkan pihak terkait, pasti ada permainan karena SKPI yang dikeluarkan melanggar Permendikbud. SKPI juga harus memakai Format 2B apabila sekolah sudah tidak beroperasional atau tutup sesuai Permendikbud No 29 tahun 2014,” tegasnya.

Salfimi mengatakan, kuatnya dugaan penggunaan dokumen palsu yang dilakukan Pintor Sitorus juga di soroti oleh lembaga pemerhati pendidikan, malah infonya mereka sudah menyurati Cabang Dinas Pendidikan wilayah VII Kota Cimahi terkait SKPI yang sudah mereka keluarkan.

Katanya, sebagai lembaga pemerhati Pemilu LP3SU berkepentingan untuk mengawasi jalannya Pemilu yang bersih dari penggunaan dokumen palsu. “Kami minta Polda Sumut memeriksa Pintor Sitorus atas dugaan penggunaan SKPI palsu dan mengusut tuntas pihak pihak terkait. Jika ternyata benar SKPI tersebut palsu, polisi juga harus periksa pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, mengapa beliau bisa diloloskan sebagai Caleg,” tegasnya.

Salfimi berharap agar Kepolisian mampu mengusut tuntas kasus ini, agar ada efek jera pagi pihak pihak yang ingin mengotori jalannya Pemilu. Katanya, jika dalam hal ini saja mereka para Caleg itu sudah tidak jujur, maka bagaimana lagi kedepannya. Red

Komentar

News Feed