Home Headline Semakin Yakin Lewat Jalur Independen, Berikut Peluang Edy Ikhsan di Pilkada Medan

Semakin Yakin Lewat Jalur Independen, Berikut Peluang Edy Ikhsan di Pilkada Medan

by Redaksi

Harian Medan (Medan) – Diantara sejumlah nama yang dikabarkan akan maju pada Pilkada Kota Medan tahun depan, hanya Akademisi Universitas Sumatera Utara Dr. Edy Ikhsan yang sejak awal memproklamirkan diri akan maju lewat jalur perseorangan.

Niat Edy Ikhsan untuk maju dari jalur perseorangan tentunya mendapat sambutan luas dari kalangan jurnalis dan aktivis sosial di Kota Medan. Selama ini, Edy memang dikenal sebagai aktivis sosial senior di Kota Medan. Hingga saat ini, dirinya memimpin sebuah lembaga perlindungan anak dan perempuan yang telah berjalan lebih dari dua puluh tahun.

Berdasarkan hasil sejumlah polling dan survey yang beredar di jagat maya, elektabilitas Edy Ikhsan juga terlihat cukup baik. Namanya masuk deretan atas diantara para nama bakal calon Wali Kota lainnya. Namun, belakangan santer beredar kabar Edy Ikhsan mulai dilirik sejumlah Parpol dan Politisi.

Kemarin, nama Edy Ikhsan dikabarkan masuk sebagai Calon Wakil Wali Kota mendampingi menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution. Meski kemudian kabar itu dibantah paman Bobby yang juga Politisi Partai Golkar, Doli Sinomba Siregar.

“Belum ada nama-nama. Masih bahas sosok seperti apa yang ideal sebagai calon wakil. Ya, yang ideal bagi kita semua, punya visi dan semangat kerja yang sama dengan kita. Itu yang penting,” ungkap Doli.

Sebelumnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hasyim juga membuat pernyataan bahwa PDIP mewacanakan figur Akademisi sebagai calon yang diusung pada Pilwalkot tahun depan, meski Hasyim tidak menyebutkan nama. Tapi, tak banyak nama Akademisi yang beredar akan maju di Pilkada tahun depan, dan Edy Ikhsan merupakan satu diantara lain yang saat ini elektabilitasnya cukup baik.

Edy Ikhsan sendiri menanggapi santai isu yang beredar itu, “Ya ini kan gerakan penyadaran, justru saya ingin melawan plutokrasi supaya partai politik itu insyaf. Saya ingin menguji tesis apakah orang miskin bisa memimpin. Aktivis tidak pernah mati, ada moralitas yang harus diperjuangkan,” tegasnya. (FI)

Baca Berita Lainnya