oleh

AKTIVIS GOLFRID SIREGAR MENINGGAL, WALHI: ADA INDIKASI PENGANIAYAAN

-Headline, Medan-47 views

Harian Medan (Medan) – Sempat dikabarkan hilang, aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Golfrid Siregar, akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis di kawasan Jl. Jamin Ginting, Medan. Setelah menjalani perawatan di RSUP Adam Malik, Golfrid akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (06/10/2019).

Menurut keterangan polisi sebagaimana diperoleh pihak keluarga, Golfrid kritis karena menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Namun, hal itu dibantah oleh pihak Walhi, yang mengindikasikan bahwa Golfrid kritis karena penganiayaan.

“Walhi Sumut melihat bahwa terindikasi korban telah menjadi korban kekerasan dan percobaan pembunuhan karena aktivitas politik korban selama ini sebagai pembela hak asasi manusia khususnya untuk isu lingkungan melalui Walhi Sumatera Utara,” ucap Aktivis Walhi Sumatera Utara Roy Lumbangaol melalui keterangan tertulis, pada Senin (07/10/2019).

Indikasi itu diperkuat dengan banyaknya kejanggalan yang mereka temukan saat melihat kondisi Golfrid.

“Walhi Sumut menemukan banyak kejanggalan dari peristiwa yang menimpa almarhum Golfrid. Kepala korban mengalami luka serius seperti dipukul keras dengan senjata tumpul. Selain bagian kepala, bagian tubuhnya tidak mengalami luka yang berarti layaknya orang yang mengalami kecelakaan lalu lintas,” ujar Roy.

“Sementara itu barang-barang korban seperti tas, laptop, Dompet dan cincin ikut raib. Sementara sepeda motornya hanya mengalami kerusakan kecil saja,” lanjutnya.

Kronologi Kematian Aktivis WALHI Sumut, Golfrid Siregar

Oleh karena itulah, Roy menambahkan, Walhi Sumut mendesak kepada Polda Sumatera Utara untuk segera mengusut tuntas kasus meninggalnya Golfrid Siregar. Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan demi memberikan rasa aman kepada para aktivis lingkungan dan HAM, khususnya di Sumatera Utara.

“Sangat penting pengungkapan kasus ini transparan dan akuntabel,” ucap Roy.

Komentar

News Feed