oleh

Edy Rahmayadi Diminta Tidak Asbun Terkait Hasil Seleksi Eselon II

-Headline, Medan-219 views

Harian Medan (Medan) – Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, dinilai asal bunyi (Asbun) terkait rendahnya nilai peserta seleksi eselon II karena tanpa bukti hasil penilaian tim seleksi. Sebagai seorang pemimpin harusnya Edy Rahmayadi beri contoh dan tidak merendahkan bawahnya.

Hal itu dikatakan pengamatan kebijakan publik dari rumah demokrasi Sumut (Rudemsu), Rusli Efendi Damanik, Sabtu (12/10). Rusli mengatakan, apa yang disampaikan Edy Rahmayadi tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin. “Ya kalau ada anggota nya nilainya rendah saat ikuti tes seleksi, harusnya disampaikan saja ke publik berapa hasil tes itu, baru bicara ke publik terkait penilaian itu. Ini hasil nilainya saja belum jelas dan tidak diumumkan, tapi Gubernur sudah berspekulasi,” tegasnya.

Menurut Rusli, Edy juga terkesan takut dan terlalu berspekulasi soal hasil tes seleksi eselon II kemarin. Kalau Edy Rahmayadi nilai ada anggotanya yang nilainya hanya 40 namun melakukan pengerahan masa untuk demo ke kantor Gubernur, itu adalah statement yang menggambarkan rasa takut sekaligus spekulasi terkait hasil tes.

“Gubernur itu adalah pimpinan birokrasi di provinsi, sebagai seorang mantan Jenderal, siapa pula ada anggota nyabyang berani memobilisasi massa hanya karena nilai tes seleksi rendah. Atau jangan jangan hal ini sengaja dikembangkan kembangkan untuk menutupi hidden ageda Gubernur terkait hasil tes tersebut,” tukas Rusli.

Menurut Rusli, dengan tidak dibukanya hasil tes seleksi tersebut, maka publik bisa saja berspekulasi bahwa orang – orang yang diinginkan Edy Rahmayadi punya nilai rendah, sehingga kalah dan terpaksa di kocok ulang kembali. Jadi jika mau adil dan agar tidak saling melempar spekulasi ke publik, Edy Rahmayadi harusnya buka itu hasil tes seleksi ke publik.

“Tidak boleh kita meremehkan kemampuan seseorang hanya karena dapat nilai 40, dan itu pun buktinya tidak jelas. Atau jangan jangan, Edy Rahmayadi sekali pun kalau ikut di tes seleksi eselon nilainya tidak sampai 40,” tukas Rusli.

Komentar

News Feed