Home Suara Medan DIET

DIET

by Redaksi

“Kyaaaaaaaaaa!!!!!” Teriak Devi di bawah tangga.

 

Semua yg mendengar itu terkejut dan menemui dia di bawah tangga.

 

“Ada apa sih Dev?” Tanya Momo.

 

“Mo, timbanganku naik” Jawabnya.

 

“Timbangan kak Devi naik?” Tanya Rii.

 

“Karna abis Imlek nih makanya timbangan naik, kak Devi kan pulang kampung pas Imlek” Ucap Dea.

 

“Diet kak diet!” Seru Zahra.

 

“Aku juga mau diet ce Devi, timbanganku juga naik, soalnya waktu Imlek aku makan terus” Ucap Nana.

 

“Aku juga mau diet” Sambung Hira.

 

“Bagaimana besok kalian bertiga mulai diet” Ujar Myta.

 

“Betul tuh kata Myta, kalian bertiga harus diet” Sambung Valia.

 

“Mulai Besok aku akan menjatah makan dan juga cemilan kalian bertiga” Cetus Zaki.

 

“Dan sebaiknya kita besok bangun pagi biar bisa lari pagi, kan besok minggu” Sambung Alicia.

 

Mereka hanya mengangguk kecuali Nana, Devi, dan juga Hira.

 

Keesokan paginya, dikamar Nana.

 

“Nana bangun! Kita mau lari pagi hari ini! Kamu kan lagi diet jangan males gitu, ayo bangun! Bangun Nana!” Ucap Valia sedikit teriak.

 

“Kak Val ganggu ah, hari ini kan minggu. Toko juga tutup, aku mau tidur lagi, jangan ganggu ah,” Jawab Nana yg masih enak tidur di kasurnya.

 

“Kak Nana bangun! Nanti kak Zaki sama Kak Momo keburu datang” Ucap Alicia.

 

“Kak Nana, jangan males malesan. Macam mana mau kurus kalo kakak enggak mau olahraga” Sambung Rii.

 

“Hey Nana, bangun! Kalo kak Zaki sama Kak momo dateng kemungkinan besar kamu di siram pakai air” Ucap Valia sambil menggoyang goyangkan badan Nana.

 

“Masih pagi ah, nanti tunggu 5 jam lagi” Jawab Nana sambil memeluk gulingnya.

 

Dikamar Devi.

 

“Kak Devi bangun, kak Zaki suruh kak Dev bangun!” Ucap Dea.

 

“Kak Devi ayo bangun! Nanti kak Zaki sama kak Momo marah lagi” Sambung Zahra.

 

“Kak Devi ayo bangun, bagaimana mau kurus kalo kak Devi susah di bangunin” Ucap Myta mulai kesal.

 

Devi yg mendengar itu hanya diam dan terus enak enakan di kasur tercintanya itu.

 

Di kamar Hira.

 

“Kenapa harus jam segini sih!” Keluh Hira.

 

“Namanya lari pagi Raa, kalo jam 12 itu namanya lari siang” jawab Nadia sambil mengambil topi.

 

“Aku tau itu” Jawab Hira mulai kesal.

 

“Hira sudah bangun?” Tanya Momo dari pintu.

 

“Sudah kak” Jawab Hira dan dia pun langsung berjalan keluar dari kamarnya dan diikuti oleh Nadia.

 

Hira, Nadia dan juga Momo berjalan menuju kamar Devi.

 

“Devi sudah bangun?” Tanya Momo.

 

“Belum kak Mo” Jawab Zahra.

 

“Mo, Nana belum mau bangun itu!” Keluh Zaki yg baru saja keluar dari kamar Nana.

 

Momo melangkah mundur dan menarik napas panjang.

 

“NANA, DEVI, JIKA KALIAN BERDUA TIDAK MAU BANGUN. AKU AKAN MELARANG KALIAN UNTUK MEMBELI GOODIES DAN JUGA MENONTON FILM DI RUMAH INI” Teriak Momo.

 

Nana dan Devi yg mendengar itu langsung membuka mata mereka dan keluar dari kamar masing masing.

 

“Kami sudah bangun” Jawab mereka serentak.

 

Tidak membutuhkan waktu yg lama mereka sudah bersiap untuk melakukan lari pagi. Mereka semua berkumpul di halaman sambil melakukan pemanasan.

 

“Baiklah, mungkin sudah cukup” Ucap Myta.

 

“Ayo kita mulai lari, jangan sampai ada yg ketinggalan ya!” Seru Zaki.

 

Mereka pun langsung memulai lari pagi mereka. Dengan semangat mereka berlari mengelilingi dan memutari komplek rumah mereka.

 

Tetapi tidak dengan Nana, Devi dan juga Hira. Baru beberapa meter mereka sudah ngos ngosan dan menghentikan kegiatan mereka bertiga.

 

“Kenapa berhenti?” Tanya Nadia dari belakang.

 

“Capek Nad, sumpah aku enggak tahan lari” Jawab Nana.

 

“Aku juga” Sambung Devi.

 

“Kenapa kalian berempat berhenti?” Tanya Myta heran.

 

“Nih, mereka bertiga kecapekan” Jawab Nadia singkat.

 

“Kenapa berhenti?” Tanya Momo yg tiba tiba muncul.

 

“Mereka kecapekan kak Mo” Jawab Myta.

 

“Jangan lengah, ayo lari lagi” Ucap Momo sambil menarik tangan Devi, sedangkan Valia menarik tangan Nana dan Zaki menarik tangan Hira dan mereka pun berlari lagi.

 

Sesampai di rumah.

 

“Air… air…. air….” Guman Nana dan masuk kedalam rumah.

 

“Baru satu putaran kalian sudah begini capeknya” Ucap Valia.

 

“Namanya juga enggak tahan kak” Jawab Hira dan tertidur di teras rumah.

 

“Kenapa harus lari, kita kan bisa jalan” Ucap Nana dari pintu sambil memegang gelas berisi air.

 

“Betul tuh kata Nana, atau mungkin olahraga yg lain. Jangan lari, kami enggak sanggup” Jawab Devi.

 

“Gimana kalo senam?” Tanya Rii.

 

“Atau Yoga?” Tanya Zahra.

 

“Atau jalan mengelilingi komplek” Sambung Alicia.

 

“Kita lihat aja besok” Jawab Zaki dan Momo serentak.

 

“Kita sarapan apa hari ini?” Tanya Myta.

 

“Mie goreng” Jawab Momo.

 

“Mie goreng!” Ucap Nana girang.

 

“Kalo kalian bertiga tidak makan mie goreng” Jawab Zaki.

 

“Jadi kami makan apa?” Tanya Devi, Nana dan Hira.

 

“Nanti kita lihat saja” Jawab Momo.

 

Sarapan pagi di meja makan.

 

“Itadakimasu!” Semua menyantap sarapan mereka masing masing tetapi berbeda dengan Nana, Devi dan Hira. Mereka hanya melihat piring mereka yg berisi sarapan mereka.

 

“Apakah ini sarapan kita?” Tanya Hira yg yidak berkedip melihat sarapannya.

 

“Kalian kan diet jadi makan aja seadanya, dan ingat kalian bertiga tidak boleh ngemil!” Cetus Zaki.

 

“Itadakimasu” Ucap mereka bertiga lemas dan langsung memakan sarapan mereka.

 

Siang hari.

 

“Ini makan siang kalian” Zaki memberikan piring yg berisi nasi dan sayur yg sedikit.

 

Malam hari.

 

Nana, Devi dan Hira yg menunggu di meja makan hanya bisa terdiam karena mereka tidak dapat makan malam.

 

“Jika kalian makan malam, ntar dietnya gagal. Sebaiknya kalian bertiga nonton tv di sana. Ingat jangan ada yg memegang jajan ya!” Cetus Momo.

 

Nana, Devi dan Hira hanya mengikuti ucapan Momo dan pergi untuk menonton tv.

 

“Kok kiya di siksa gini ya?” Tanya Devi.

 

“Bukan di siksa ce Dev, mereka membantu kita diet” Jawab Nana dengan wajah lesu.

 

“Baru sehari sudah begini, macem mana besok ya. Apalagi aku sekolah, banyak yg jual cemilan di sekolah” Cetus Hira.

 

Keesokan harinya.

 

“Ittekimasu!” Semua pergi untuk melakukan kegiatan mereka masing masing. Ada yg pergi kesekolah, ke tempat kerja, dan juga ada yg pergi kuliah.

 

Di sekolahan Hira.

Jam istirahat.

 

“Hey Hira, hari ini beli cimol yuk! Aku lagi pengen makan cimol” Ucap temannya Hira.

 

“Sorry aku lagi diet, aku enggak di kasih ngemil” Jawab Hira.

 

“Padahal aku mau traktir kamu. waktu itu kan kamu traktir aku jadi gantian aku yg traktir kamu. Kamu yakin enggak mau makan cimol?” Tanya temannya Hira.

 

“Kamu yg traktir? Sapa yg mau nolak! Ayo kita beli cimolnya sekarang!” Seru Hira dan mereka pun pergi membeli cimol dan memakannya.

 

Di tempat kerja Nana.

 

“Hey Nana, aku mau beli siomay. Kamu mau beli enggak?” Tanya teman kerjanya Nana.

 

“Siomay? Beli dimana?” Tanya Nana.

 

“Beli di tempat biasa” Jawab Temannya Nana.

 

“Tapi aku lagi diet” Ucap Nana dengan wajah asam.

 

“Diet? Kan cuma siomay, enggak buat gendut kok. Ayolah mana mungkin aku makan sendiri” Bujuknya.

 

“Enggak buat gendut kan. Ok deh, aku beli satu bungkus ya” Ucap Nana sambil mengeluarkan uang 10 ribu dari kantong celananya.

 

Ditempat kerja Devi.

 

“Woi Dev, aku beli gorengan! Kamu mau tidak?” Ucap seseorang dari depan pintu.

 

“Gorengan?” Tanya Devi.

 

“Tapi aku lagi diet” Sambungnya.

 

“Diet belakangan Dev, kalo kamu enggak mau kamu akan menyesal” Jawab teman kerja Devi dan pergi meninggalkan Devi.

 

“Tunggu aku” Ucap Devi dan pergi meninggalkan ruangannya.

 

Sore hari.

 

“Tadaima…”

 

“Okaeri…”

 

“Kak Devi, Nana, Hira. Apakah kalian mau cemilan?” Tanya Myta.

 

Nana dan yg lainnya langsung pergi ke dapur.

 

“Cemilan apa?” Tanya Devi.

 

“Semangka” Jawab Zahra.

 

“Mau mau” Ucap mereka serentak.

 

Mereka pun memakan semangka dengan jatah mereka masing masing. Setelah selesai Nana, Devi dan Hira duduk di sofa.

 

“Hey ce Devi, hari ini di tempat cece, cece enggak ada ngemil apapun?” Tanya Nana.

 

“Ada, tapi diam diam” Jawab Devi pelan.

 

“Kak Nana ada beli cemilan enggak?” Tanya Hira.

 

“Ada Raa, aku tadi beli siomay” Jawab Nana.

 

“Aku gorengan tadi” Jawab Devi.

 

“Kamu Raa?” Tanya Nana.

 

“Aku ngemil cimol tadi kak, mumpung gratis” Jawab Hira.

 

“Enak ya Siomaynya” Ucap Valia di belakang Nana.

 

Nana yg mendengar itu membalikan kepalanya.

 

“Kak Val” Jawab Nana ketakutan.

 

“Enak ya Dev, gorengannya” Ucap Momo di belakang Devi.

 

“Enggak juga Mo” Jawab Devi tanpa melihat wajah Momo.

 

“Enak ya cimolnya, aku juga mau Raa” Ucap Zaki sambil menatap tajam Hira.

 

“Kak Zak, anoo… aku bisa jelasin kak” Jawab Hira gugup.

 

“Kami tidak mau mendengar penjelasan kalian bertiga” Cerus Valia, Zaki dan Momo.

 

Nana, Devi, dan Hira hanya diam dan menundukan kepala mereka.

 

“Mulai besok kalian akan di jatah uang jajan dan juga makan, ngerti!!” Seru Momo.

 

“APAAAA!!!!!”

 

Maafkan kalo ceritanya aneh😂😂

Terima kasih sudah membacanya✌✌

 

 

Baca Berita Lainnya