Home Aceh Ketua DPRK Agara Gelontorkan Pokir Rp 50 Juta Pada Milad Muhammadiyah

Ketua DPRK Agara Gelontorkan Pokir Rp 50 Juta Pada Milad Muhammadiyah

by Redaksi

Harian Medan (Kutacane) – H Bagindo Ali Akbar, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Aceh Tenggara, Rabu (20/11), kepada Harian medan.com, menyampaikan apresiasi yang tinggi warga Muhammadiyah, atas atensi Denny F Roza, SSTP. MSi, Ketua DPRK Aceh Tenggara.

Dikatakan, hadirnya Ketua DPRK di tengah-tengah warga Muhammadiyah , dipuncak peringatan Milad ke 107 , pada hari Minggu (17/11) sangat disyukuri. Terlebih dengan spontan Denny Febrian Roza menyampaikan , sebagai kado ikatan silaturahmi, Ketua DPRK itu menggelontorkan Rp 50 juta di tahun 2020, dana pokok pikiranya untuk kegiatan keumatan organisasi Muhammadiyah Aceh Tenggara.

Bagindo Ali Akbar sekilas menjelaskan sejarah hadirnya Muhammadiyah di Aceh Tenggara. Ada persepsi di tengah-tengah masyarakat Bumi Sepakat Segenep ini, seolah organisasi Muhammadiyah milik suku Minang. Disebutkan, justru pusat Muhammadiyah di Yogyakarta, pendirinya KH Ahmad Dahlan dan di tanah Alas, Aceh Tenggara, kiprah ditancapkanya bendera Muhammadiyah pertama, adalah, pada tahun 1951, ketuanya justru orang Alas yakni alm.Nyak Obor Selian, bersama Haji Murni .

Sebelumnya, di acara peringatan Maulid Nabi yang disatukan dengan Milad Muhammadiyah dengan tema mercerdaskan kehidupan bangsa, yang menghadirkan penceramah dari Kota Medan, yakni Ustadz Buya Rafdinal,S.Sos, M.AP, yang juga Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan.

Denny F Roza, Ketua DPRK Aceh Tenggara ( foto-red), pada acara Milad meminta segenap lapisan masyarakat mendukung kinerja DPRK saat ini, yang berjuang penuh dalam penetapan anggaran , memprioritaskan menyentuh hajat hidup rakyat banyak.

“Doakan kami, dukung kami untuk tidak tergoda bermain anggaran daerah, mengambil uang haram dari dinas-dinas,” tegas Denny F Roza. Kecuali itu, ketua DPRK ini dengan senang hati dipercaya menjadi anggota kehormatan Muhammadiyah .

Sementara itu, Buya Rafdinal, S.Sos.MAP, dalam ceramahnya, menyampaikan, organisasi sarekat Muhammadiyah adalah ormas yang teruji perjuangan dan kecintaanya terhadap NKRI. Organisasi ini oleh pendahulu diberi nama Muhammadiyah tegas artinya sebagai pengikut sunah Muhammad Rasulullah.

Musuh Muhammadiyah antara lain, adalah sekuler, dan radikalisme. Garis Perjuangan Muhammadiyah, tegas menolak Bi’dah, patuh terhadap tuntunan dari Rasulullah, memerangi kebodohan, melakoni amar makruf nahi mungkar, serta segala tindakan warga Muhammadiyah orientasinya untuk keselamatan akhirat, bermuhammadiyah itu adalah asyik, menyenangkan, menggembirakan, sebut Buya Rafdinal.

Adapun rangkaian kegiatan menyambut Milad Muhammadiyah, sebut Rochmat Santoso, selaku ketua panitia Milad, antara lain, pelatihan manajemen masjid makmur dan mandiri, diikuti 100 pengurus masjid di Masjid Marhamah, yang juga diikuti utusan dari Kabupaten Gayo Lues, menghadirkan narasumber, Ustadz Muhammad Jazir, ASP, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, yakni masjid percontohan nasional. Kemudian, diikuti lomba asma’ul Husna tingkat pelajar Muhammadiyah, lomba sambung ayat Al-Quran, juga pemberian santunan terhadap 86 anak yatim oleh ibu-ibu Aisiyah.(MP)

Baca Berita Lainnya