Home Berita Nasional UMSU Siap Hempang Radikalisme Di Kalangan Kampus

UMSU Siap Hempang Radikalisme Di Kalangan Kampus

by Redaksi

HARIAN MEDAN (MEDAN): Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) antusias mengikuti dialog publik bertemakan Menghempang paham Radikalisasi di Sumut. Paham radikalisme rentan menyebar dikalangan mahasiswa dan harua ditangkal sejak dini.

Dialog yang digagas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melalui program KNPI Goes To Campus ini kini telah masuk ke 7 kampus, dan UMSU menjadi kampus ke 7 digelar dialog radikalisasi. Dialog ini menghadirkan pemateri diantaranya Wakil Ketua DPP KNPI,
Sugiat Santoso, SE, MSP, Wakil Rektor lll UMSU, Dr. Rudianto, M.Si dan Kasat Binmas Polresta Medan, AKBP Rudi Hartono, SIK, MM. Dialog ini dimoderatori oleh Dekan FISIP UMSU, Dr. Arifin Shaleh Siregar.

Sugiat dalam pemaparannya mengatakan, bahwa teror yang terjadi di Polrestabes Medan beberapa waktu lalu adalah signal dari kelompok ISIS yang ingin menyampaikan pesan ke dunia bahwa ISIS masih eksis pasca kematian pimpinan tertinggi ISIS Abu Bakar Al Baghdadi, ISIS masih terus eksis di belahan dunia.

“Banyak yang mengira pasca kematian Abu Bakar Al Baghdadi, gerakan ISIS meredup. Tapi faktanya, mereka melakukan aksi dan menyampaikan signal melalui teror, dan hal itu harus di waspadai bersama,” tegasnya.

Kasat Binmas Polresta Medan, AKBP Rudi Hartono, SIK, MM, menerangkan soal bagaimana gerakan teror itu bisa dengan mudah terpapar melalui jaringan online dan berbagai website jaringan teroris. “Jadi dalam bermedia sosial, mahasiswa juga harus memilah milah website yang baik untuk dipelajari. Jangan coba coba mencari cari tau soal kelompok teror, sebab jika sudah masuk ke jaringan tersebut, akan sangat rentan terpapar paham radikal,” tegasnya.

Wakil Rektor lll UMSU, Dr. Rudianto, M.Si, menekan kan kepada mahasiswa UMSU agar lebih banyak bergaul secara kelompok dan berkegiatan positif di lingkungan kampus. Menurutnya, berbagai hal hal sepele yang membuat seseorang merasa sepi sehingga seolah ingin menyendiri itu menjadi sangat rentan untuk disusupi kelompok radikal yang bertujuan teror.

Rudianto berharap agar peran mahasiswa dalam hal menghempang gerakan teror di Indonesia. Sebagai kelompok yang terpelajar, mahasiswa harus fokus pada tugasnya sebagai mahasiswa dan tidak masuk dalam bagian jaringan yang mengarah ke hal radikal. (Red/)

Baca Berita Lainnya