Home Peristiwa AMKA Kembali Datangi Kantor Gubsu Minta Copot Direksi PDAM Tirtanadi

AMKA Kembali Datangi Kantor Gubsu Minta Copot Direksi PDAM Tirtanadi

by Redaksi

HARIAN MEDAN (MEDAN) : Gelombang tuntutan masyarakat yang mendesak agar seluruh direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi di bawah pimpinan Direktur Utama, Trisno Sumantri, dicopot jabatannya oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, manajemen Badan Usaha Milik Daerah tersebut anteng-anteng saja.

Seperti diketahui, Jumat (31/1/2020), puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Konsumen Air (AMKA) Sumut, berdemonstrasi menuntut agar Gubernur Edy memecat semua direksi PDAM Tirtanadi. Demonstrasi berlangsung di kantor gubernur di Jalan Diponegoro Medan.

Dalam orasinya, Ketua AMKA Sumut, Awaluddin Nasution, menyatakan di bawah kepemimpinan Trisno Sumantri sebagai Dirut performa bisnis dan pelayanan PDAM terbilang sangat bobrok. Terbukti dari penilaian Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minun (BPPSPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) yang di-publish pada Desember 2019 lalu.

“Tahun 2018 oleh penilaian BPPSPAM, PDAM Tirtanadi berada pada peringkat ke 41 dibanding PDAM di seluruh Indonesia. Akan tetapi tahun 2019 merosot menjadi peringkat 98. Untuk itu kami meminta Gubernur Edy Rahmayadi, mengevaluasi dan mencopot seluruh direksi yang tidak becus bekerja. Mereka telah membuat malu Pemprov Sumut,” tegas Awaluddin.

Paparnya, saat serah terima jabatan pada Mei tahun lalu Trisno menjanjikan akan menjadikan PDAM Tirtanadi sebagai percontohan bagi perusahaan serupa di seluruh Indonesia.

“Nyatanya berbanding terbalik, sangat memalukan warga Sumut. PDAM Tirtanadi merosot jauh dari peringkat 41 menjadi peringkat 98,” kata Awaluddin.

Tareq Adel selaku koordinator lapangan menambahkan ,Penurunan peringkat tersebut, menandakan bahwa Trisno Sumantri dan direksi lainnya tidak berkomitmen sekaligus tidak becus mengelola PDAM Tirtanadi. Itu sebabnya Gubernur Edy didesak mencopot mereka dari jabatannya.

Staf Humas Pemprovsu, Salman, menyebutkan aspirasi AMKA akan dijadikan masukan bagi Gubernur dalam mengevaluasi kinerja PDAM Tirtanadi yang biasanya dilakukan setiap bulan.

“Harapan kami aspirasi hari ini menjadi bahan pertimbangan untuk menyelamatkan perusahaan daerah milik provinsi, apabila tuntutan ini tidak di indahkan Gubernur, maka AMKA akan terus konsisten menyampaikan aspirasi i i minggu depan sampai Gubernur langsung mendengar aspirasi Kami ini” tegas Awaluddin di akhir orasinya. (Red/)

Baca Berita Lainnya