Home Berita Nasional Dinilai Buruk Oleh Kementerian, Ratusan Mahasiswa Tuntut Trisno Sumantri Dipecat Dari Dirut PDAM Tirtanadi

Dinilai Buruk Oleh Kementerian, Ratusan Mahasiswa Tuntut Trisno Sumantri Dipecat Dari Dirut PDAM Tirtanadi

by Redaksi

HARIAN MEDAN (MEDAN) : Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Konsumen Air (AMKA) Sumut berunjuk rasa di depan kantor Gubernur dan DPRD Sumut menuntut agar Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi di copot dari jabatannya. Mahasiswa nilai Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, tidak serius untuk mengurus Sumut.

Koordinator aksi AMKA Sumut, Hamzah Hasibuan, Senin (27/1), dalam orasinya mengatakan Trisno Sumantri telah mencoreng wajah Sumut dengan predikat terburuk yang diberikan Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementerian PU/PR.

“Dalam penilaian BPPSPAM tahun 2019 tersebut, PDAM Tirtanadi Sumut mendapatkan penilaian buruk sehingga berada pada peringkat ke 98. Kita ini berada di peringkat corot, lalu apa Edy Rahmayadi masih mau mempertahankan orang yang berkinerja buruk demi Sumut Bermartabat,” tegasnya.

Menurutnya, jika Edy Rahmayadi becus mengurus Sumut dan serius mau membenahi Sumut agar Bermartabat, harusnya beliau evaluasi bawahannya yang berkinerja buruk. Atau jangan jangan PDAM menjadi lahan bancakan besar sehingga Gubernur tetap mempertahankan Trisno Sumantri sebagai Dirut di PDAM dan berbagai Direksi lainnya.

“Keluhan masyarakat pelanggan PDAM Tirtanadi mulai dari air kotor, air nya kecil mengalir dan mahalnya tagihan karena salah catat meter dinilai menjadi persoalan yang semakin hari semakin parah terjadi. Disatu sisi, Gubernur sibuk cakap cakap bahwa akan mengevaluasi anggota yang tidak becus kerja, tapi faktanya semua itu hanya omong kosong saja,” tegas Hamzah.

Sementara itu, Ketua AMKA Sumut, Awaluddin Nasution, menilai bahwa DPRD Sumut juga tutup mata dengan segala persoalan yang terjadi di tubuh PDAM Tirtanadi. Mulai dari buruknya pelayanan, bengkaknya jumlah karyawan dan pegawai PDAM yang tidak sesuai dengan kinerja, dan tindakan monopoli proyek yang dikendalikan oleh kekuasaan.

“Beginilah kalau DPRD Sumut ini banyak titip orang di PDAM, jadi susah mereka cakap. Ditambah lagi Gubernur nya melindungi, maka makin hancurlah perusahaan daerah kita ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Sumut, Viktor Silaen, yang menemui pengunjuk rasa berjanji akan membawa persoalan ini ke Komisi C DPRD Sumut. “Saya akan bawa keluhan adik adik mahasiswa ke DPRD Sumut. Nanti akan ditindaklanjuti, karena PDAM Tirtanadi ini masuk wilayah kerja mereka,” tegasnya. (Red/)

Baca Berita Lainnya