Home Komunitas Terpilih Kembali Sebagai Ketua FKMI, Revita Targetkan 1000 Anggota Bergabung

Terpilih Kembali Sebagai Ketua FKMI, Revita Targetkan 1000 Anggota Bergabung

by Redaksi

HARIAN MEDAN (MEDAN) : Terpilih kembali menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Muslimah Indonesia (FKMI), Hj Revita Lubis menargetkan organisasi yang dipimpinnya dapat merangkul 1.000 anggota dari 550 muslimah yang telah bergabung hingga saat ini. Di mana dengan semakin meluasnya keanggotaan yang dimiliki FKMI, maka seluruh program yang dicanangkan dapat disosialisasikan dan terealisasikan dengan baik. Khususnya dalam hal pemberdayaan umat Islam, penguatan ekonomi dan sosial, serta penyebarluasan dakwah dan syiar hingga ke peloposok daerah terpencil.

Hal tersebut disampaikannya seusai pelaksanaan Gathering dan perkenalan kepengurusan FKMI periode 2020-2022, yang berlangsung di destinasi wisata Bukit Kubu, Berastagi, Kabupaten Karo Sumut, Kamis (16/1/2020). Gathering diikuti oleh para pengurus, penasehat dan member FKMI. Kegiatan yang bertujuan untuk mengakrabkan para anggota itu diisi dengan berbagai games dan acara hiburan, serta mengunjungi destinasi lain di kawasan Berastagi.

Revi memaparkan lebih lanjut mengenai program-program yang akan diusung oleh kepengurusan baru FKMI yang dipimpinnya, baik melaksanakan program baru maupun melanjutkan program yang sudah berjalan baik sebelumnya. Untuk sie pendidikan, menurutnya, FKMI akan lebih memfokuskan perhatian pada pendidikan untuk anak-anak tidak mampu dan yatim piatu. Selain itu juga akan bersinergi dengan berbagai pihak untuk menggelar pelatihan keterampilan yang bermanfaat bagi para anggotanya.

Sementara untuk sie lingkungan hidup, FKMI akan memulai program dengan memberikan kesadaran lingkungan di sekolah-sekolah PAUD, yang bekerjasama dengan Bunda Paud Kota Medan. Tak hanya itu, FKMI juga akan melakukan sosialisasi pemeliharaan lingkungan ke daerah kumuh, yang disertai pula dengan pengelolaan manajemen sampah dapur.

“Kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga, sangat erat kaitannya dengan dua hal tersebut. Pemeliharaan lingkungan yang bersih dan sehat, yang dimulai pula dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Bahwa sampah-sampah yang diproduksi oleh masing-masing rumah tangga, dapat dikelola untuk perbaikan kualitas lingkungan serta diproduksi menjadi barang yang bernilai komersial dan seni, serta memiliki manfaat baru,” ujarnya.

Di samping itu, tambahnya, masih ada sie keanggotaan, yang akan memfokuskan perhatian pada perekrutan anggota-anggota potensial, untuk memajukan dan mendukung seluruh program FKMI. Sekaligus juga akan bertindak sebgai humas FKMI, untuk memperluas jangkauan informasi pengembangan organisasi ini.

Lalu sie dakwah dan sosial, yang selama ini menjadi jantung utama aktivitas FKMI, akan terus melakukan kegiatan rutinnya yang sudah berjalan dengan baik di tengah masyarakat, yakni pelaksanan program sedekah Jumat, sembako, pengajian akbar dan penyebaran dakwah Islan di daerah terpencil dan kawasan di mana umat Islam menjadi kalangan minoritas.

“Untuk sie UKM, di bulan April kita berencana untuk mengikuti dan mengunjungi pameran halal terbesar di Jakarta. Hal tersebut akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendapatkan informasi dan kemungkinan peluang usaha serta kerjasama dengan ukm atau pengusaha lain. Memperluas kesempatan bagi para anggota yang berstatus sebagai pengusaha UKM, untuk lebih memperluas daya jangkau usahanya dan meningkatkan produksinya,” kata Revita.

Hal itu juga dilakukan dalam upaya untuk meningkatan pengetahuan para anggota UKM FKMI dalam hal marketing, packaging dan penjualan online.

Dalam mencapai seluruh program yang akan dilaksanakan tersebut, Hj Revita tak menampik bahwa sinergi dan kolaborasi ke semua pihak, baik instansi pemerintah, agama, pendidikan, komunitas maupun organisasi lain, menjadi faktor utama yang sangat mendukung. Dan ia bersyukur, bahwa organisasi yang telah berdiri sejak 15 April 2014 itu, sejak awal telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Sehingga dapat mewujudkan visi dan misinya, yakni menjadi wadah untuk muslimah Indonesia berperan dalam kehidupan masyarakat dengan melaksanakan kegiatan amal ibadah yang syar’i. Serta membina dan meningkatkan kualitas keimanan , ketaqwaan dan keilmuan muslimah Indonesia. (Red/.)

Baca Berita Lainnya