Home Berita Nasional Waketum KNPI Kecam Arogansi Masinton Pasaribu

Waketum KNPI Kecam Arogansi Masinton Pasaribu

by Redaksi

HARIAN MEDAN (JAKARTA) : Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Sugiat Santoso, Jumat (31/1), mengecam sikap Anggota DPR RI, Masinton Pasaribu yang terkesan arogan saat Rapat Kerja dengan Kapolri di DPR RI beberapa hari lalu. Masinton dinilai menekan institusi Polri terkait persoalan yang terjadi di Kab. Tapanuli Tengah (Tapteng).

Dalam Rapat Kerja antara Kapolri dengan Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu mencecar Kapolri terkait masalah dugaan penekanan yang dilakukan ajudan Bupati Tapteng terhadap masyarakat. Masinton menuding Kabaharkam Polri, Komjen Pol. Agus Andrianto, yang sebelumnya menjabat Kapolda Sumut melindungi kasus tersebut. Bahkan Masinton menuduh secara keji Komjen Pol. Agus Andrianto menjadi kaki tangannya Bupati Tapteng, karena menurutnya kasus tersebut tidak berdiri sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Sugiat menilai bahwa apa yang dilakukan Masinton tersebut adalah bentuk fitnah yang tidak mendasar terhadap pribadi Pak Agus Andrianto. Katanya, Masinton juga dianggap telah menekan institusi Polri dan melakukan intervensi hukum terhadap persoalan apa yang dia sampaikan tersebut.

“Jangan karena Masinton duduk di komisi III DPR RI dan berasal dari partai yang berkuasa, beliau jadi sesuka hati dan arogan menekan-nekan institusi Polri dan menyerang pribadi seorang pejabat tinggi Polri dengan fitnah yang keji. Padahal di forum itu juga, anggota DPR Sarifudin Sudding, meluruskan bahwa ajudan Bupati yang anggota Brimob itu menangkap pelaku narkoba, jadi kesannya Masinton ada dendam pribadi dengan Bupati Tapteng dan Pak Agus Andrianto,” tegasnya.

Menurut Sugiat, Kabaharkam Polri yang dulu menjabat sebagai Kapolda Sumut dikenal sebagai pribadi yang profesional, tegas terhadap aturan dan punya integritas yang tinggi dalam menjalankan tugas. Katanya, saat Pemilu Presiden dan legislatif lalu, beliau berhasil menciptakan Sumut kondusif tanpa ada kegaduhan sedikit pun.

“Itu bukti bahwa beliau profesional, jadi salah itu Masinton jika mengkaitkan kaitkan masalah penekanan ajudan Bupati Tapanuli Tengah ke masyarakat dengan Kapolda. Atau jangan-jangan ada maksud tertentu dibalik penyerangan terhadap Pak Kabaharkam,” kata Sugiat.

Menurutnya, Masinton perlu berkaca diri sebelum menilai orang lain. Katanya, jika dulu Masinton sempat terlibat kasus melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang perempuan dan bahkan sempat dilaporkan ke polisi dan MKD DPR RI, kini tak etis jika Masinton coba menyerang Kabaharkam dengan tuduhan yang tidak mendasar. (Red/)

Baca Berita Lainnya