Home Headline Diskusi Live Cipayung Plus Bersuara : Apresiasi dan Catatan Kritis Penanganan Covid 19 di Sumatera Utara

Diskusi Live Cipayung Plus Bersuara : Apresiasi dan Catatan Kritis Penanganan Covid 19 di Sumatera Utara

by Redaksi

HARIAN MEDAN (MEDAN) : Cipayung Plus Sumatera Utara yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Himpunan Mahasiswa Al Washliyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Sumatera Utara mengadakan Kegiatan Diskusi Live di Studio AW Channel Jalan Sisingamangaraja No 144 Medan, Rabu(13/5) dengan Tema Cipayung Plus Bersuara : Apresiasi dan Catatan Kritis Penanganan Covid 19 di Sumatera Utara.

Dalam Diskusi itu Ketua PKC PMII Sumut, Azlansyah Hasibuan mengatakan “Sekarang tak ada lagi pilihan, Pemerintah mesti bergerak cepat merapikan data kependudukan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial benar-benar efektif dan tepat sasaran. Kementerian dan lembaga terkait, baik di pemerintah pusat maupun daerah, harus aktif memverifikasi data penerima bantuan sosial. Warga yang terlewatkan perlu didata agar mereka juga mendapat bantuan. Alasan kegentingan bencana tidak boleh menjadi dalil untuk membiarkan praktik serampangan di masa lalu.” terangnya

Di samping urusan data, jenis dan cara penyaluran bantuan mesti ditinjau ulang. Sudah saatnya pemerintah meninggalkan cara-cara primitif memberikan bantuan dalam bentuk barang atau sembako. Banyak riset sudah membuktikan efektivitas bantuan tunai langsung untuk mereka yang dililit krisis. Penerima bisa menentukan sendiri apa yang dibutuhkan untuk bertahan. Dengan itu, para pedagang kecil di pasar lokal di berbagai daerah juga bisa kebagian rezeki.

Pengalaman menunjukkan pemberian barang atau sembako juga bisa mengundang korupsi dan konflik kepentingan. Pembelian sembako secara masif oleh pemerintah bisa jadi menguntungkan segelintir pengusaha yang dekat dengan penguasa.

Terakhir, pemerintah harus memastikan tak ada politisasi dalam pemberian bantuan. Negeri ini sedang dalam bencana. Tak elok jika segala rupa pencitraan masih mewarnai pembagian bantuan sosial. Tutup Azlan

Ketua PW HIMMAH Sumatera Utara, Abdul Razak Nasution mengapresiasi kerja-kerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Pemrovsu. Saat seperti ini Kita harus saling apresiasi, saling memberikan semangat, dukungan, dan harus saling memberikan yang positif-positif karena itu merupakan termasuk bagian dari perlawanan terhadap Virus Covid 19.

Namun, dikesempatan yang sama Razak juga mengingatkan Gubernur Sumut Bapak Edy Rahmayadi ada 2 catatan kritis mahasiswa yakni Catatan kritis Kami bahwa : Pertama, Gubernur Kurang merangkul kepala daerah, masak zoom 11 kepala daerah Kita memiliki 33 Kab/ Kota. Jangan lagi ada dendam politik terdahulu dan lain sebagainya. Harus berkolaborasi dan benar-benar bersatulah menyatukan kekuatan dan seluruh potensi yang ada dalam memutus mata rantai corona ini.
Kedua, Gubsu selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 harus mengevaluasi dan mencopot orang-orang yang diduga hanya mementingkan diri sendiri dan kelompok dengan memanfaatkan bantuan yang ada di Gugus Tugas, seperti Riadil A Lubis dan M. Coki Nasution.

Terakhir Razak menyampaikan kepada masyarakat bahwa tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan, pakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak dan tingkatkan imunitas.

Hal senada juga disampaikan Ketua PW KAMMI Sumut mengatakan “Sikap respon cepat pemerintah provinsi Sumatera Utara dalam penanganan dampak non medis atas pandemi Corona ini yakni menyalurkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat Sumatera Utara adalah hal sudah tepat dan itu perlu kita apresiasi.”

“Setelah Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini diserahkan, Akhir Rangkuti selaku Ketua PW KAMMI Sumatera Utara meminta kepada Bapak Gubernur Sumatra Utara juga memperhatikan kondisi mahasiswa yang dalam waktu dekat sudah masuk masa pembayaran uang kuliah.”
“Melihat susahnya perekonomian pada masa pandemi ini mengakibatkan banyak mahasiswa yang sangat kesulitan untuk dapat membayar uang kuliah di tahun ajaran 2020-2021 ini. Bapak Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumatra Utara dalam hal ini di harapkan dapat memberikan solusi kepada mahasiswa dengan menggratiskan uang kuliah pada tahun 2020-2021 ini. Tentunya dengan berdiskusi serta melibatkan pihak rektorat kampus-kampus yang ada di Sumatra Utara baik kampus negri maupun kampus swasta.”

Closing statement Ketua DPD IMM Sumut, Zulham Hidayah Pardede menyampaikan
Pertama, Mendoakan Gugus Tugas Sumut agar selalu dalam lindungan Allah SWT dan Pandemi berakhir
Kedua Meminta masyarakat agar mau bersabar dan ikut himbauan pemrovsu seperti pola hidup sehat, jaga jarak dll. Tutup Zulham. (Red/)

Baca Berita Lainnya