Home Berita Nasional HIMMAH Sumut: Paket Sembako Pemprovsu Dikorupsi

HIMMAH Sumut: Paket Sembako Pemprovsu Dikorupsi

by Redaksi

HARIAN MEDAN (MEDAN) : Pemprovsu terbukti melakukan korupsi mark up pengadaan sembako bantuan penanganan Covid-19. Dari 1,3 juta paket yang disiapkan Pemprovsu, tercatat keuntungan Mark up tersebut mencapai 27, 6 Miliar.

Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumut, Razak Nasution, Jum’at (15/5/2020). Razak mengatakan, berdasarkan hasil investigasi HIMMAH Sumut di sejumlah pasar dan grosir di Kota Medan, harga beberapa jenis sembako yang disampaikan Riadil Akhir Lubis dari Gugus Tugas Covid itu terlalu jauh mark up nya.

Menurutnya, jumlah paket senilai Rp225.000 per paket per KK, sebagaimana yang disampaikan Riadil, seperti beras 10 kg Rp112.000, minyak goreng 2 liter Rp28.000, gula 2 kg Rp37.000 dan mi instan 20 bungkus Rp48.000, dinilai sangat tinggi mark up nya.

Katanya, jika Pemprovsu anggarkan pembelian beras itu 10 kg Rp112.000, dipasaran harga beras 10 kg itu hanya Rp106.000, dan itu sudah beras premium. Lalu minyak goreng, dipasaran itu hanya Rp24.000 untuk 2 liter sementara harga Pemprovsu Rp28.000, Gula 2 kg dipasaran Rp32.000, Pemprovsu pasang harga Rp37.000, sementara mie instan itu harganya paling cuma Rp40.000 untuk 20 bungkus, sementara Pemprovsu pasang harga Rp.48.000.

“Ini gila permainan ini, terlalu berani tim pengadaan sembako tim Gugus Tugas Covid bermain ambil keuntungan dari bencana ini,” katanya.

Menurut Razak, rasanya tidak mungkin jika hanya sekelas Riadil dan Coki Nasution yang bermain ambil keuntungan dibalik musibah ini. Ia menduga ada kekuatan Gubernur dalam mengendalikan pengadaan sembako yang setelah di cek terbukti mark up. (Red/)

Baca Berita Lainnya