Home Komunitas HIMMAH Sumut: “Sekali Lagi Kami Ingatkan, Copot Dirut PTPN II..!!!

HIMMAH Sumut: “Sekali Lagi Kami Ingatkan, Copot Dirut PTPN II..!!!

by Redaksi

HARIAN MEDAN (MEDAN) : Ketua PW HIMMAH Sumatera Utara, Abdul Razak Nasution, kembali meminta Menteri BUMN Erick Thohir, untuk mencopot Dirut PTPN II dalam kasus temuan Satgas Pangan Polri terkait pelelangan gula di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Dalam kasus ini, Bareskrim bahkan sempat memasang police line pada perusahaan plat merah itu.

“Tindakan yang dilakukan Bareskrim memasang police line dalam temuan ini—sebagaimana berita yang beredar (pen)—tentu bukan hal yang main-main. Pasti ada indikasinya” terang Razak.

Sebelumnya, Razak telah menyoroti kasus ini dan berkomentar di media untuk meminta Menteri BUMN mencopot Dirut PTPN II selaku pejabat yang dianggap paling bertanggung jawab di lingkungan perusahaan itu. Ia menduga, hal itu sengaja dilakukan PTPN II dalam situasi pandemi ini, sehingga terkesan seolah-olah itu terjadi akibat COVID-19.

Razak pun menampik klarifikasi yang disampaikan Stafsus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, yang menganulir anggapan pelelangan gula di bawah HET yang dilakukan PTPN II sebagai biang kerok kenaikan harga gula. Seperti diketahui, mantan Jurkam TKN Jokowi-Ma’ruf Amin itu sempat meragukan lelang PTPN II sebagai penyebab kenaikan harga gula, sebab 5 ribu ton mustahil memengaruhi total kebutuhan dalam negeri yang mencapai 3 juta ton setiap tahunnya.

“Itukan pendapat pribadinya saja. 5 ribu ton. Kebenarannya kan harus tetap dibuktikan!” tampik Razak.

Dalam kasus ini, Razak tidak ingin mempersoalkan besar-kecilnya nilai tender terkait pelelangan harga gula yang dilakukan PTPN II, tapi ia ingin fokus menyoroti “muslihat jahat” perusahaan yang notabenenya milik BUMN di tengah kesulitan ekonomi masyarkat akibat pandemi COVID-19. Menurut Razak, BUMN semestinya berperan sebagai stabilisator untuk meringankan beban rakyat dalam situasi ini.

“Jangan kita lihat dari besar-kecilnya, hanya 5 ribu ton. Tapi kita ingin fokus pada ‘muslihat jahat’ yang dilakukannya” terang Razak. “Faktanya, ada pelanggaran yang dilakukan PTPN II kan?” tambahnya lagi.

Razak mengaku sudah berulang kali melakukan observasi untuk memastikan harga gula yang beredar di pasar. Ia juga bertanya kepada beberapa pedagang, antara lain di Pasar Sukaramai dan Pasar Simpang Limun.

“Banyak pedagang yang mengeluh kepada saya karena sulit mendapatkan gula,” terang Razak. “Harganya pun masih 17 ribu/Kg di pasar. Kalau di pedagang eceran bisa sampai 20 ribu” tambahnya.

Untuk itulah Razak ingin kembali mengingatkan Meneteri BUMN, agar segera mencopot Dirut PTPN II. Apapun alasannya, menurut Razak, pihak-pihak yang berlaku “nakal” sehingga menyebabkan rakyat sengsara tidak layak dipertahankan.

“Jadi Pak Erik, sekali lagi kami ingatkan, copot Dirut PTPN II!” pungkas Razak. (Red/)

Baca Berita Lainnya