Home Berita Nasional PESAN TERBUKA TERUNTUK GUBERNUR SUMUT BERMARTABAT

PESAN TERBUKA TERUNTUK GUBERNUR SUMUT BERMARTABAT

by Redaksi

Tuan Guru Batak Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA

HARIAN MEDAN (MEDAN) : Yth Bapak Edy Rahmayadi, Pertama-tama, kami berdoa semoga Bapak dan seluruh jajaran sehat wal afiat serta diberi petunjuk dan perlindungan oleh Allah Swt memimpin Sumatera Utara dalam situasi yang sangat sulit seperti saat ini.

Izinkan kami sebagai warga atau rakyat Bapak, menyampaikan pandangan kami terkait kebijakan penanganan bencana Pandemic Covid-19 terkhusus pengadaan pasar murah sembako kemarin, minggu (17/5/2020).

Sebagaimana telah viral di media sosial bahwa kegiatan Pasar Murah UMKM yang digelar Pemprov Sumut di Gedung Serba Guna (GSG) Jalan Williem Iskandar, Percut Seituan, Deliserdang, mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Virus Korona (Covid-19).

Ribuan warga yang datang untuk mendapatkan paket sembako murah, terlihat berdesakan dan mengabaikan penerapan jaga jarak fisik (Physical Distancing) yang telah dianjurkan pemerintah.

Bapak Gubernur, sungguh banyak hikmah dan pelajaran penting dari peristiwa kisruhnya pasar murah sembako tersebut. Namun, ijinkan kami menyampaikan pesan terbuka untuk Bapak Gubernur :

Pertama. Kondisi berdesak-desakan rakyat atas pasar murah tersebut, telah mengabaikan protokoler kesehatan yang selama ini dengan susah payah kita kampayekan. Begitu tegasnya Bapak menyampaikan secara berulang agar masyarakat menjaga protokoler kesehatan, namun alangkah mirisnya diantara kebijakan Bapak, pasar murah sembako itu telah mengabaikan itu semuanya. Meskipun semua ini diluar perkiraan tetapi hal ini juga kurangnya kepekaan sosial sekaligus menunjukkan betapa rakyat Bapak di-Sumut telah mengalami kesusahan.

Kedua. Bayangkan, jika ada terjangkit dan tertukar virus corona pada peristiwa itu. Berapa ribu kemudian yang harus di-isolasi dan bagaimana kita mengidentifikasinya serta berapa banyak energi yang terkuras dan biaya harus terbebani. Semoga hal ini tidak terjadi.

Ketiga. Dengan nekadnya masyarakat untuk mendapatkan sembako murah tanpa memikirkan tertularnya virus corona juga mengisyaratkan bahwa bahaya kelaparan, perkara urusan domestik perut sama bahayanya dengan virus corona. Yakni sama-sama bisa mematikan kehidupan.

Ke-empat. Pentingnya sensitifitas kepemimpinan Bapak bahwa masyarakat di-bawah secara umum sudah banyak berteriak dan menderita atas kompleksitas musibah pandemi covid-19 ini. Kasus pasar murah sembako, hanya sedikit contoh dari bukit es yang menggunung, suatu saat bisa meledak sendiri.

Ke-lima. Perlunya percepatan kebijakan dan proses pelaksanaan terkait upaya-upaya kongkret penanganan covid-19 berikut segala dampak yang mengikutinya terkhusus urusan domestik pangan masyarakat. Diberbagai daerah, bantuan pangan sudah sangat mendesak sementara disana persoalan klasik kesemrawutan data masih belum tuntas.

Ke-enam. Bangsa ini harus memiliki kesamaan pandangan bahwa keselamatan warga adalah hal yang utama dan pertama di atas segalanya termasuk di atas kepentingan apapun.

Ke-tujuh. Menjadi pemimpin itu sangat berat. Sekali lagi sangat berat. Amanah itu sangat berat. Apalagi pertanggung-jawaban diakhirat kelak. Semua akan ditanya atas kepemimpinan kita. Sampai Alquran menegaskan, gunung saja tidak mau menerimanya.

“Turun-lah ke lapangan, tidurlah digubuk-gubuk rakyatmu yang susah dan sedang kelaparan. Agar Bapak bisa melihat secara langsung kondisi yang terjadi sebagaimana Khalifah Umar dan Khalifah Abdul Aziz. Sebab, menyandang gelar pemimpin Sumut bermartabat sungguh teramat berat dan sangat berat. Turun-lah. Jangan dengarkan orang-orang di sekitar bapak yang hanya mau menjilat bapak dan bersikap asal bapak senang.”

Demikian, pesan terbuka ini kami sampaikan dengan tulus dan murni karena mencintai Bapak dan rakyat Sumatera Utara. Kepada kita seluruh masyarakat Sumatera Utara, mari untuk tetap bersabar, ber-ikhtiar dan terus menjaga protokoler kesehatan sembari berdoa wabah ini segera berlalu.

Wassalam al-faqir Ilallah, renungan dikeheningan malam akhir 10 Ramadhan. Dari Tuan Guru Batak Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA yang dalam setiap kesempatan Bapak menyebut diri Bapak sebagai murid saya dan saya sebagai Tuan Guru Bapak. Maaf, belum bisa menyampaikan secara langsung karena sedang iktikaf mandiri di padepokan persulukan.

Semoga Allah menolong Bapak dan seluruh pemimpin dalam menyelamatkan bangsa ini dari pandemi global ini. Wallahul Musta’an. Aamiin
Horas !!!

Baca Berita Lainnya