Home Medan Kunjungi Korban Perdagangan Orang, Nawal: Pelaku Harus Ada Efek Jera

Kunjungi Korban Perdagangan Orang, Nawal: Pelaku Harus Ada Efek Jera

by Redaksi

HARIANMEDAN.COM (MEDAN) – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Sumatera Utara (TP PKK), Nawal Edy Rahmayadi mengunjungi dan memotivasi korban perdagangan anak di bawah umur yang ditampung di satu rumah perlindungan di Kota Medan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, (29/6).

Kasus perdagangan anak ini mendapat sorotan serius dari Ketua TP PKK, dan berharap adanya penegakan hukum kepada para pelaku, guna memberikan efek jera.

“Tentu saya sangat prihatin ya, karena mereka itu masih dibawah umur. Terus mereka dipekerjakan dan dianiaya. Kenapa bisa sampai seperti itu, majikannya juga sangat tega,” ujar Nawal usai mengunjungi rumah perlindungan korban perdagangan orang tersebut.

Untuk itu, pihaknya melalui Dinas Pemberdayaanaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Sumut bertanggung jawab dan memberikan perlindungan kepada siapa saja yang mendapatkan perlakuan seperti yang dialami oleh anak-anak di bawah umur, yang belum selayaknya untuk dipekerjakan, apalagi mengalami tindak kekerasan.

“Sebisanya kami mengurangi yang seperti ini. Kami pun berusaha memulangkan mereka. Kami berharap orang tuanya dapat mengawasi anaknya lebih ketat lagi. Tadi juga ada satu organisasi yang katanya peduli untuk membantu pemulangan mereka (korban). Kita bersyukur mendapat dukungan agar anak-anak terhindar dari aksi perdagangan orang,” ungkap Nawal.

Namun demikian, menurut Ketua TP PKK Sumut, harus juga didukung dan dilanjutkan oleh pihak kepolisian yang menangani kasus hukumnya.

Sebab setelah korban difasilitasi perlindungannya, para pelaku harus diberi hukuman berat, penyalur baik yang mendukung (mempekerjakan) anak di bawah umur.

“Kepolisian agar bisa mengejar, jangan hanya sampai disitu saja penanganan korban. Sehingga efek jeranya ada. Jadi nanti kepolisian bisa melanjutkan dan berkoordinasi dengan kepolisian di tempat tujuan mereka (tempat pemulangan), dan anak-anak ini harus diawasi,” katanya.

Sementara Kepala Dinas P3A Sumut, Nurlela menyampaikan bahwa saat ini kasus perdagangan banyak diterima laporannya, baik dari korban, LSM maupun masyarakat. Pihaknya pun selalu menangani semaksimal mungkin untuk di 33 Kabupaten/ Kota, bahkan hingga negara tetangga se-Asean.

Untuk itu lanjut Nurlela, Dinas P3A menyampaikan komitmen Pemprov Sumut sebagaimana perintah Gubernur Sumut agar menekan angka kasus tersebut dan menuntaskannya.

Baca Berita Lainnya