Home Medan Lemah Pengawasan Pemko, Manusia Silver Makin Merajalela di Kota Medan

Lemah Pengawasan Pemko, Manusia Silver Makin Merajalela di Kota Medan

by Redaksi

HARIANMEDAN.COM (MEDAN)  Keberadaan ‘Manusia Silver’ di sejumlah persimpangan jalan di Kota Medan, kini seolah menjadi pemandangan baru bagi masyarakat pengguna jalan.

Nyaris seluruh persimpangan, termasuk di jalan-jalan protokol, menjadi lahan baru bagi manusia silver untuk beraktivitas secara bebas. Bahkan keberadaan pengemis dan anak jalanan sudah tergantikan dengan ‘pengemis bergaya baru’ tersebut.

Lemahnya pengawasan Pemerintah Kota Medan serta sikap Satpol PP yang terkesan setengah hati dalam melakukan penertiban dan mengatasi fenomena baru dalam dunia meminta-minta itu, membuat keberadaan manusia silver semakin menjamur.

Meski awalnya sempat menjadi tontonan baru bagi pengedara tiap kali berhenti di traffic light, namun lambat laun keberadaan manusia silver dengan aksi pantomim jalanannya mulai memicu keresahan. Terlebih sebagian dari pekerja jalanan itu justru berusia belia.

“Seharusnya Pemko Medan jangan membiarkan fenomena mengemis gaya baru ini dibiarkan. Ini jelas mengganggu arus lalu lintas,” ungkap Icank, salah seorang pengemudi mobil saat ditemui di persimpangan Jl. Sudirman-Jl. Diponegoro, Jum’at (26/6/2020).

Apalagi, katanya, para manusia silver ini sudah merambah ruas jalan protokol yang seharusnya bebas dari gelandangan dan pengemis.

“Kayak di Jl. Sudirman Medan misalnya, kan jelek kali ditengok mereka beraktivitas di wilayah yang notabene merupakan kawasan steril. Apa para pejabat-pejabat yang tinggal di daerah itu tidak risih? Apalagi ada anak-anak diantaranya. Kan miris juga melihat anak dilumuri cat warna silver begitu,” tandasnya.

Penduduk Medan Area ini juga mengkritisi Dinas Soal Kota Medan yang terkesan tak peduli dengan keberadaan manusia silver ini.

“Kita memang tidak tau mereka (manusia silver) ini asli penduduk Medan atau yang hanya didrop untuk mencari makan di Medan. Tapi yang jelas harus jadi perhatian Dinsos. Harus ditertibkan, tapi juga diperhatikan kehidupan mereka. Karena gepeng dan anak jalanan juga harus diperhatikan sesuai UUD 1945,” pungkasnya.

sumber: www.bicaraindonesia.net

Baca Berita Lainnya