Home Kesehatan LPPM USU DORONG KELOMPOK MASYARAKAT KOTA MEDAN MEMBENTUK KELEMBAGAAN USAHA BERSAMA SEBAGAI SOLUSI DAMPAK PANDEMI COVID-19

LPPM USU DORONG KELOMPOK MASYARAKAT KOTA MEDAN MEMBENTUK KELEMBAGAAN USAHA BERSAMA SEBAGAI SOLUSI DAMPAK PANDEMI COVID-19

by Redaksi

HARIAN MEDAN (MEDAN) : “Kekuatan kita ada pada solidaritas dan soliditas kelompok. Solidaritas dalam menghadapi dampak pandemic Covid19 yang hadir di tengah-tengah serta soliditas kelompok untuk secara bersama-sama membangun (kembali) pondasi usaha kita. Untuk itu, pembentukan dan pengembangan organisasi kemasyarakat sangat diperlukan”. demikian paparan Hendra Harahap, MSi, PhD pada kegiatan pengabdian masyarakat dari LPPM USU 24 Agustus lalu. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di kelompok Bintang Tailor, Jalan Pancasila gang Panjang Lingkungan 5 Kelurahan tegal Sari Mandala III Medan.

Sebagai salah satu kegiatan dari Tri Darma Perguruan Tinggi yang dikoordinir oleh LPPM USU, kegiatan pengabdian ini dimaksudkan sebagai program pemberdayaan dan pembelajaran bersama masyarakat dalam memecahkan masalah yang mereka hadapi. “Ini merupakan skema program pengabdian yang secara khusus dikembangkan oleh LPPM dalam membantu masyarakat dalam menghadapi dampak pandemi Covid19”, imbuh Hendra Harahap dan Nurman Achmad sebagai tim pelaksana pengabdian ini.

Ketua tim pelaksana mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi pengabdian di komunitas/kelompok di wilayah ini bukan tanpa argumentasi kuat. Wilayah ini sejak 1980, 1990-an dapat dikatakan sebagai salah satu sentra produksi konveksi (pakaian, kebaya, jilbab, busana muslim) dan termasuk sepatu, sandal, tas dan berbagai kerajinan rumah tangga lainnya. Komunitas ini memiliki sejarah dan pengalaman kuat dalam menghadapi dan melewati berbagai krisis yang terjadi di negara ini.

Dan untuk menguatkan daya tumbuh dan kembang anggota/kelompok masyarakat diperlukan pengorganisasian dan alokasi sumber daya hingga kebijakan yang cukup besar. “Kita berharap ada upaya sekecil apapun dari kelompok masyarakat sendiri maupun pemerintah dalam menghidupkan kembali roda ekonomi kelompok-kelompok masyarakat di wilayah ini”, pungkasnya.

Selain memiliki manfaat jangka panjang yang menjadi mitra, kegiatan ini diakhiri dengan pemberian bantuan perlengkapan dan pembagian bantuan sembako ke pada para peserta pelatihan. Dengan hal tersebut, diharapkan para penjahit dalam kelembagaan usaha bersama dapat memiliki kemampuan yang lebih besar ketika menerima orderan pengerjaan jahitan dalam kuantitas yang lebih besar.

Selain telah memiliki kemampuan pengerjaan yang lebih besar, keberadaan kelembagaan usaha bersama, juga bisa menjadi modal sosial dalam mengembangkan usaha produksi secara bergotong-royong. (Red/)

Baca Berita Lainnya