Home Berita Nasional LPPM  USU Lakukan Pemberdayaan Pembentukan Kelompok Usaha Penjahit Di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan

LPPM  USU Lakukan Pemberdayaan Pembentukan Kelompok Usaha Penjahit Di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan

by Redaksi

HARIAN MEDAN (MEDAN) : Lembaga Pengabdian Kepada  Masyarakat – Universitas Sumatera Utara (LPPM- USU) yang diketuai oleh Prof. Tulus, Vor.Dipl.Math.,M.Si., Ph.D. memberikan kesempatan kepada dosen USU untuk melaksanakan Program Pegabdian Kepada Masyarakat Mono Tahun Reguler 2020. Pengabdian Kepada Masyakarat dengan judul Kesejahteraan Yang Memiliki Anak Disabilitas Melalui Pemberdayaan Pembentukan Kelompok Usaha Penjahit Gorden. Tim Pelaksana kegiatan terdiri dari :  ketua Hairani Siregar, SSos, MSP dan  anggota Fajar  Utama Ritonga, S.Sos, M. Kesos  ( Dosen pada Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP USU) yang dibantu oleh  mahasiswa USU yaitu Mutiah Zahro dan Mahmud Haidir. Pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan.

Kecamatan  Medan Polonia dijadikan sebagai tempat   kegiatan pengabdian  karena di wilayah Kecamatan Medan Polonia terdapat keluarga kurang mampu yang memiliki anak disabilitas. Dimana anak disabilitasnya belum dapat tumbuh kembang dengan baik seperti anak-anak lainnya. Keluarga mendapat kesulitan untuk memberikan pengasuhan yang terbaik karena tidak memiliki sumber pendapat yang baik untuk pemenuhan kebutuhan anak disabilitas yang ada dalam keluarga.  Pada kesempatan pembukaan kegiatan pengabdian dihadiri oleh Bapak Camat Medan Polonia Amran Sanusi Rambe, S,Sos, MSP. Dalam kata sambutan beliau mengucapkan terimakasi kepada LPPM USU dan memberikan dukungan  sepenuhnya terhadap program pengabdian di wilayah kecamatan yang dipinpinnya dan harapan ke depan LPPM USU tetap memberikan kesempatan kepada Kecamatan Medan Polonia untuk dijadikan sebagai mitra dalam program  pengabdian.

Metode yang dipergunakan dalam kegaitan ini adalah  a). Diskusi Kelompok,    metode ini dilakukan agar materi pelatihan dapat dibahas secara bersama dan  fokus pada curah pendapat tentang permasalahan yang dihadapi keluarga yang memiliki anak disabilitas.  b). Pembentukan kelompok usaha penjahit gorden,   anggota kelompoknya adalah perempuan (ibu) dari keluarga  kurang mampu yang memiliki anak disabilitas  tertarik pada usaha jahit gorden. C. Pelatihan menjahit gorden bagi anggota kelompok, yang dilakukan selama satu bulan dengan ketentuan pertemuan 2 kali seminggu.

Pelatihan dilakukan dengan tahapan  :1. Memberikan pemahaman kepada anggota kelompok tentang pentingnya pelatihan pembuatan gorden, dan akan dijadikan sebagai usaha kelompo 2. Persiapan Pelatihan 3) Pemberian peralatan penunjang pelatihan ( mesin jahit, gunting, meteran, kain goden , ring gorden .Kayu gorden, rel gorden, kawat contelan, pengikat gorde dan,Benang).4. Melaksanakan pelatihan menjahit gorden dua model, yaitu model lipit dan ring.

Ibu-ibu yang bergabung dalam kelompok penjahit gorden dan yang menerima bantuan mesin jahit sebanyak lima orang mengucapkan terimakasih banyak kepada LPPM USU atas bantuan pemberian pelatihan menjahit gorden beserta pemberiam bantuan mesin jahit beserta peralatannya. Besar harapan kelompok penjahit ini akan berkelanjutan dan dijadikan sebagai bahagian dari Komunitas Perempuan Medan Polonia yang mampu menerima jahitan gorden dari berbagai pihak. Sehingga dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan bagi keluarga. (Red/)

Baca Berita Lainnya