Home Aceh Pelaku Penusuk Ustadz M Zaid Tak Akui Perbuatanya

Pelaku Penusuk Ustadz M Zaid Tak Akui Perbuatanya

by Redaksi

Azwir , pelaku penikaman ustadz M.Zaid Saat Mnyampaikan Tausyiah. (ist)

HARIAN MEDAN (KUTACANE): Azwir , pelaku penikaman ustadz M.Zaid saat menyampaikan tausyiah Maulid Nabi di Masjid Al-Husna, tidak mengakui perbuatanya.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Wanito Eko, Jumat ( 30/10/2020 ) membenarkan Azwir telah diamankan di Mapolres Aceh Tenggara. Kondisi kejiwaan pecatan polisi ini dikataan stabil dan tenang, tidak terlihat terguncang.

Disebutkan, motif Azwir melakukan penyerangan menggunakan sebilah belati terhadap ustadz M. Zaid, belum terungkap. Pasalnya , hingga Jumat petang , Azwir tidak mengakui dirinya sebagai pelaku penyerangan.

Sebelumnya , Kapolres AKBP Wanito Eko saat membesuk ustadz M. Zaid di Rumah Sakit Nurul Hasanah, Kutacane membenarkan yang ditangkap merupakan pelaku yang menghujamkan belati melukai leher dan tangan kirinya, wajahnya dengan rambut acak-acakan. Azwir sempat dikenali ustadz Zaid ketika reflek memberikan perlawanan kepada penyerangnya di dalam Masjid Al- Husna, di Desa Kandang Belang, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, pada malam Jumat ( 29/10/2020).

Dipecat Karena Indisipliner

Kecuali itu, Wanito Eko, membenarkan Azwir adalah pecatan polisi. Dia dipecat pada tahun 2017 terkait tindakan indisipliner, tidak pernah masuk tugas, ujarnya. Disebutkan, meski Azwir, yang diketahui warga sering mabuk tuak, bersikeras menolak mengakui perbuatan penyerangan ustadz M Zaid, di dalam masjid itu, namun para jamaah yang hadir saat digelar acara maulid tersebut sangat mengenali wajah pelaku. Pasalnya Azwir juga adalah penduduk setempat, desa Kandang Belang Mandiri, kata Kapolres.

Sementara, Masri Amin, MSi, ketua Kaumy Aceh, dalam pernyataanya, sangat mengenal akrab perangai pecatan polisi ini. Dikatakan, rumah kediaman Azwir sangat dekat dengan lokasi kolam Masri Amin.

Aktivitas pelaku dikampung sudah sangat meresahkan warga. Dentuman hingar bingar musik dugem pada malam hari , banyaknya perempuan dari luar desa bergantian masuk kerumah Azwir, cukup meresahkan warga, diduga rumah itu telah dijadikan sebagai lokasi pesta narkoba, tempat dugem.

“Penikaman terhadap ustadz M.Zaid, yang viral menasional ini adalah akumulasi ” dosa”, menjadi tamparan sekaligus teguran dari Allah kepada semua elemen di Aceh Tenggara, pasalnya, narkoba sudah merajalela dibumi sepakat segenep ini, ” pungkas Masri Amin.( Red/MP)

Baca Berita Lainnya