Home Berita Nasional Persoalan Medan Tidak ‘AMAN’ Jika Selalu Kampanyekan Politik Identitas di Pilkada

Persoalan Medan Tidak ‘AMAN’ Jika Selalu Kampanyekan Politik Identitas di Pilkada

by Redaksi

HARIAN MEDAN (MEDAN) : Politik identitas tak relevan digunakan pada Pilkada Kota Medan. Persoalan warga Medan itu bukan perbedaan agama, suku dan ras, namun banjir, kemiskinan, buruknya infrastruktur dan birokrasi yang korup.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut, Sugiat Santoso, Selasa (6/10). Menurut Sugiat, akan tidak sehat bagi demokrasi jika ada pihak pihak yang selalu menggunakan politik identitas untuk mempengaruhi pilihan masyarakat di Pilkada Medan.

“Bagusnya adu ide dan gagasan saja, bagaimana membangun Medan agar lebih baik lagi. Bukan malah terjebak memecah belah warga Medan dengan perbedaan agama dan suku. Ada satu pihak yang merasa Islamnya paling benar demi mendapatkan suara umat Islam yang mayoritas,” kata Sugiat.

Sugiat yang juga Jubir Bobby – Aulia mengatakan, aneh jika Tim Paslon AMAN berusaha memaksakan diri memposisikan Akhyar Nasution sebagai simbol pembela umat Islam.

” Sejak kapan Akhyar Nasution punya rekam jejak dalam membela kepentingan umat Islam. Dimana posisinya, saat umat Islam melakukan aksi membela mesjid yang digusur ? Dimana posisinya saat gerakan 212 kemarin ? ,” kata Sugiat.

” Apa yang sudah dilakukannya untuk menghancurkan tempat maksiat, memberantas narkoba, dan menuntaskan persoalan umat lainnya ” tandas Sugiat lagi.

Menurut Sugiat, baiknya Pilkada Medan ini diisi dengan pertarungan gagasan dalam membangun Medan. Hal itu jauh lebih kongkrit dan produktif demi menata masa depan Kota Medan kedepan.

“Aneh kita ini terkadang, apalagi sejak pandemi covid 19 ini, rakyat sudah susah, lapangan kerja sulit, akses kesehatan dan pendidikan mahal, eh kita malah masih memperalat politik identitas hingga memecah belah kerukunan yang sudah terbangun kuat di Kota Medan, hanya demi meraih kekuasaan. Harusnya kan ini jadi momentum menawarkan gagasan yang kongkrit untuk menjawab persoalan yang tidak mampu diatasi pejabat sebelumnya,” tutup Sugiat. (Red/)

Baca Berita Lainnya