Home Aceh Ambruk Jembatan Pulonas Baru Masih Dalam Masa Pengerjaan

Ambruk Jembatan Pulonas Baru Masih Dalam Masa Pengerjaan

by Redaksi

HARIAN MEDAN (KUTACANE) : Pekerjaan rehabilitasi jembatan Pulonas Baru – Titi Panjang , titik lokasi simpang Malioboro, Kutacane, Rabu ( 04/11-/2020 ), ambruk amblas ke sungai.

Insiden ambruknya pekerjaan jembatan yang dikerjakan PT. Is Brothers, dengan nilai proyek Rp 996.517.000, dibiayai dari sumber dana cadangan DAK, mengejutkan warga Aceh Tenggara. Pasalnya proyek pekerjaan baru separuh jalan, dimana pada kontrak pekerjaan, tertera dimulainya pekerjaan tanggal 14 Agustus 2020, dengan jadwal selesai pekerjaan ditetapkan pada tanggal 21 Desember 2020, sekonyong- konyong ambruk.

Tak pelak, kejadian na’as yang dialami kontraktor ini, disinyalir akibat faktor ceroboh. Peristiwa ini menuai kritikan bahkan banyak warga meragukan pengerjaan proyek lainnya di Aceh Tenggara yang saat ini sedang berlangsung.

Hasibullah, pegiat dari GMBI mengatakan, aspek spek pekerjaan harus menjadi perhatian serius. Demikian juga dengan tenaga teknis dan PPK jangan sepele dan menggampangkan tanggungjawab mereka. Pasalnya pekerjaan ini dibiayai dari uang rakyat, jika buruk kualitas pekerjaan, sekain merugikan rakyat, tentu akan mengancam jiwa warga selaku penerima manfaat, sebagai pengguna jalan.

Setidaknya saat ini ada 5 titik proyek jembatan yanf nilai proyeknya relatif sama bahkan lokasi kerjanya searah dan berdekatan, kata Hasibullah, sehingga agar tidak terulang insiden yang sama, diminta PPK serta tenaga teknis yang terkait, sepatutnya mematuhi aspek yang disepakati pada isi kontrak. “Kami para pegiat juga akan lebih proaktif memantau kualitas proyek di Aceh Tenggara,” Sebut Hasibullah.

Mustafa Usman, Kabid jalan dan jembatan PUPR Aceh Tenggara, kepada Harian Medan via WA, Rabu malam, menyampaikan, insiden ambruknya pekerjaan jembatan di jalan simpang Maliboro, Kutacane sudah dibahas dengan kadis PUPR Aceh Tenggara, bahkan juga melibatkan rekanan. Pada prinsipnya dalam insiden ini disimpulkan, segala kerugian merupakan resiko

rekanan itu sendiri Tidak ada pihak lain yang dirugikan, pasalnya, kegiatan d ibawah kendali Lasman, selaku PPK-nya ini, masih berlangsung, ujar dia.

Mustafa Usman menerangkan, insiden jembatan ambruk, sesuai info di dinas, disinyalir akibat dari keteledoran rekanan, kurang jeli mengecek perancah.

Selanjutnya, kepada rekanan PT is Brothers diminta untuk segera mengulang kembali, pekerjaan pengecoran dengan antisipasi yang lebih baik. Kata Mustara, PUPR sudah juga mengingatkan rekanan, tentang konsekwensi, bila pekerjaan tersebut nantinya dikerjakan melewati batas masa kontrak, maka kepada rekanan dikenakan sanksi denda, sesuai aturan. ( Red/.MP)

Baca Berita Lainnya