Home Aceh Dirut RSUD H Sahudin Kutacane, Teken Surat Mundur

Dirut RSUD H Sahudin Kutacane, Teken Surat Mundur

by Redaksi

HARIAN MEDAN ( KUTACANE) : Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah H Sahudin Kutacane, dr Bukhari Pinim SpOG, Senin ( 09/11/ 2020) menyampaikan pengundurandiri kepada Bupati Aceh Tenggara.

Alasan pengunduran diri Bang Ngah, panggilan akrab dokter spesialis obgyn itu dengan alasan sakit. Namun tak pelak mundurnya Bukhari menimbulkan tanda tanya besar.

Bang Ngah yang hampir genap 2 tahun, terhitung tahun 2018 namun dinilai berhasil melakukan pembenahan di berbagai lini.

Meskipun jelas diuraikan alasan mundurnya dia disebabkan faktor kesehatan, sebagaimana disebutkan, ritme jantungnya tidak stabil, namun berbagai elemen warga berharap dr Bukhari Pinim, tetap memimpin RSUD H Sahudin. Warga mengaku khawatir bila saat ini ditinggalkan, capaian yang sudah baik di rumah sakit itu bakal ikut kembali merosot, sebab belum dinilai belum ada figur yang tepat memggantikan.

Di sisi lain, ada juga yang berpendapat agar dihormati sikap dr Bukhari. Alasankesehatan diri jauh lebih berharga ketimbang sebuah jabatan, sebagaimana disuarakan Kasirin dan Rudi Tarigan kepada publik ,di akun mereka.

Amatan Harian Medan, dari diskusi para pegiat Aceh Tenggara, terkait muatan isi surat permohonan mundur yang sudah tersebar di facebook, keputusan akhir, jadi dan tidaknya dr.Bukhari Pinim, mundur tentunya akan ditentukan surat keputusan Bupati Aceh Tenggara.

Kecuali itu, Sumber Harian Medan , Selasa ( 10 /

11 /2020 ) dini hari, menyebutkan, para tenaga medis RSUD H. Sahudin Kutacane, saat ini juga sedang mengambil langkah untuk menyurati Bupati Aceh Tenggara, meminta agar permohonan mundur direktur mereka tersebut tidak diproses. ” kami berharap Bupati menolak permohonan tersebut,” kata sumber.

Perubahan RSUD Sahuddin selama Bukhari Pinim memimpin antara lain terakreditasinya RS itu dari Badan KARS ( Komite Akreditasi Rumah Sakit).

Demikian juga dengan penataan ruang rawat

inap, ditata apik layaknya hotel, sehingga kepercayaan warga berobat ke RS Sahudin meningkat dilihat dari persentase kunjungan. Pembenahan lainnya yakni ruang pelayanan dan pembenahan serta penambahan alat cuci darah pasien ginjal, pusat bedah, ketersediaan obat dan pengoptimalam layanan kesehatan gratis warga kurang mampu. Lingkungan luar RS juga mendapat perbaikan nyata hingga tertata rapi.

Hal itu sungguh berdampak dalam mengembalikan kepercayaan warga Aceh Tenggara untuk berobat ke RS Sah

Kepercayaan warga tersebut, terlihat jelas, hal ini tentu saja berpengaruh baik pada peningkatan pendapatan RSUD H.Sahudin, Kutacane yang sebelumnya lesu, tumbuh menjadi Rp 4,7 miliar sebulan, dimana sebelumnya klaim BPJS itu hanya berada dikisaran angka Rp 2,4 miliar sebulan, sehingga terseok dalam pelayanan di RS H.Sahudin Kutacane itu. ( RED/MP)

Baca Berita Lainnya