Home Aceh Salim Fakhry Hadiahkan Ustadz Halim Umroh

Salim Fakhry Hadiahkan Ustadz Halim Umroh

by Redaksi

Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara, M Salim Fakhry,MM. (ist)

HARIAN MEDAN (KUTACANE) : Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara, M Salim Fakhry,MM, Senin ( 02/11 – 2020) menyambangi kediaman Ustadz Zaid Maulana, korban penikaman di dalam masjid Al-Husna, saat ceramah Maulid Nabi, di Desa Kandan Belang, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara.

Salim Fakhry yang tiba bersama pengurus Partai Golkar Aceh Tenggara, di kediaman Ustadz Zaid, di Desa Kuta Galuh, Kecamatan Lawe Bulan mengatakan, pemberian hadiah umroh sebagai wujud empati sekaligus wujud dukungan moral bagi Ustadz Zaid , agar tetap fokus berdakwah mengingatkan umat dalam pesan amal makruf nahi munkar.

Ustadz Zaid menyampaikan terimakasihnya atas kepedulian di hadapan Salim Fakhry dengan santun Ustadz Zaid Maulana menyebutkan secara sukacita dirinya menyerahkan hadiah tiket umroh itu kepada ibunya. Selebihnya beliau menyampaikan bahwa dirinya dalam waktu dekat akan menemui pelaku penikam itu di sel Mapolres Aceh Tenggara, sebagai bukti dia secara pribadi memaafkan pelaku, selebihnya diserahkan kepada polisi melaksanakan kewajiban sesuai hukum yang berlaku.

Terkait masih bungkamnya Azwir , Taufik Kurniawan, pegiat sosial kemasyarakatan, meminta agar warga , jamaah terutama tokoh Desa Kandang Belang, agar berani bersikap benar, bersaksi, sehingga memudahkan tugas polisi menuntaskan kasus ini serta berdampak memberikan efek jera terhadap pelaku dan bagi yang coba-coba berbuat hal yang sama.

Adanya spekulasi, tragedi penikaman Ustadz Zaiid, efek dari pelaku gemar minum tuak, hal ini disesalkan Masri Amin, Ketua KAUMY Aceh. Dia selaku pemerhati Aceh Tenggara menganggap pernyataan tersebut prematur cenderung menyederhanakan permasalahan. Dikatakan, Aceh Tenggara nyata dalam kondisi darurat narkoba. Tindakan brutal begini hanya termasuk maraknya aksi pencurian, dan jambret, di Bumi

Metuah ,terjadi sejak tak terkendalinya peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Aceh Tenggara. Disinyalir hingga- hingga ada paket hemat Rp 15.000 untuk sekali isap, tegas Masri Amin. Untuk itu, diajak kepada semua pemangku kepentingan di Aceh Tenggara, bersinergi memberantas praktik maksiat, terutama narkoba, sebab ini yang menjadi biang ketok, sumber keresahan warga.

Sementara itu, Umi Dena, pelopor gerakan Subuh berjamaah bagi anak-anak Aceh Tenggara, mengapresiasi terkait kesigapan Kapolres AKBP Wanito Eko S, yang menggekar silaturahmi dengan tokoh ormas Islam, sehingga suasana emosi umat terkendali.

Kecuali itu, Ustadz Sufian Husni, dari kalangan perguruan tinggi, selaku ketua sekolah tinggi agama Islam, mengingatkan warga, untuk ke depannya, bila umat mengundang penceramah, agar berkoirdinasi dengan aparat juga perangkat desa harus berani keamanan para ustadz yang diundang, sehingga peristiwa yang menimpa ustadz Zaid Maulana tak terulang lagi di Bumi Aceh Tenggara yang notabene negeri bersyariat Islam. ( Red/MP)

Baca Berita Lainnya