Home Headline Akui Siap Gelar Belajar Tatap Muka, SMA Harapan 3 Tetap Ikuti Kebijakan Pemerintah

Akui Siap Gelar Belajar Tatap Muka, SMA Harapan 3 Tetap Ikuti Kebijakan Pemerintah

by Redaksi

HARIANMEDAN.COM | MEDAN – Sekolah tatap muka yang rencananya akan dimulai pada Januari 2021 ini akhirnya diputuskan ditunda oleh pemerintah. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melalui Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara No.420/001/2021 yang terbit pada Senin (4/1/2021) lalu secara resmi melarang diadakannya pembelajaran tatap muka langsung pada awal tahun 2021 di wilayah Provinsi Sumatera Utara ditunda sampai dengan waktu yang tidak ditentukan demi mencegah para siswa dari bahaya pandemi COVID-19. Kebijakan ini tentu saja membuat beberapa sekolah di Sumatera Utara harus kembali menunda rencana belajar tatap muka yang sebelumnya sudah dipersiapkan sejak lama. Termasuk SMA Harapan 3 Delitua yang memang sejak awal sudah sangat siap untuk menggelar belajar tatap muka sesuai dengan protokol kesehatan pada Januari 2021 ini.

“Sebenarnya persiapan kita sudah hampir 100 persen untuk belajar tatap muka ini, jadi setiap lantai di gedung sekolah sudah kita siapkan masing-masing wastafel untuk cuci tangan, hand sanitizer yang kita pasang di beberapa tempat, kemudian setiap siswa pulang, rencananya kalau jadi belajar tatap muka, setiap kelas pasti rutin kita semprot dengan desinfektan untuk menjamin setiap kelas itu steril,” ujar Kepala SMA Harapan 3 Delitua, Abdul Jalil, S.Pd, MS saat kami temui di kantornya di Jl. Karya Wisata Ujung No. 31, Delitua, Kabupaten Deliserdang, pada Sabtu (09/1).

Bahkan, lanjut Jalil, pihak sekolah sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pihak orangtua siswa dalam rangka mempersiapkan sekolah tatap muka dan menjelaskan beberapa aturan ketat sekolah demi mencegah penularan pandemi COVID-19. “Salah satu aturan yang kita berlakukan yaitu para siswa kita larang untuk membawa kendaraan sendiri, jadi setiap siswa wajib diantar jemput oleh pihak orangtua, jadi itu semata-mata untuk menghindari siswa berkeliaran setelah pulang sekolah. Sehingga keperluan mereka hanya untuk sekolah dan setelahnya pulang kerumah,” tambahnya.

Aturan itupun ditanggapi positif oleh hampir seluruh orangtua siswa dan merupakan bagian dari komitmen pihak sekolah untuk memberlakukan aturan ketat belajar tatap muka di masa pandemi COVID-19. Namun, dengan terbitnya larangan sekolah tatap muka oleh pemerintah, rencana itupun akhirnya ditunda dan harus dipatuhi oleh seluruh sekolah di Sumatera Utara.

“Kita pastinya sami’na wa ato’na (patuh dan tunduk) pada keputusan pemerintah, artinya proses belajar tetap kita lakukan secara daring namun pastinya kita akan persiapan berbagai strategi agar para siswa tetap bisa menyerap pelajaran secara maksimal,” tegasnya.

Meskipun selama ini proses belajar dilakukan secara daring, SMA Harapan 3 berhasil menerapkan sistem belajar yang efektif. Jalil menerangkan, selain melakukan proses belajar secara rutin via daring, setiap guru juga diwajibkan stand by untuk dihubungi para siswa sampai jam 10 malam dalam rangka bimbingan secara khusus apabila siswa mengalami kesulitan dalam memahami mata pelajaran. Metode ini dinilai berhasil dan efektif, hingga akhirnya SMA Harapan 3 berhasil unggul menjadi sekolah terbaik se Sumatera Utara untuk nilai UTBK/SBMPTN 2020.

“Jadi meskipun sekolah berjalan daring, kami yakinkan ke orangtua bahwa sistem pengajaran yang kami lakukan tetap berjalan efektif dan sudah terbukti kita berhasil unggul di Sumatera Utara ini. Beberapa siswa kita juga terus berprestasi di berbagai kompetisi internasional yang berlangsung secara daring, terakhir siswa kita berhasil mendapatkan Bronze Medal di Olimpiade Matematika di India,” tutupnya.

Proses belajar via daring di SMA Harapan 3 Delitua (Foto : Istimewa)

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala SMA Harapan 3 Bidang Kesiswaan, Keuangan dan Perlengkapan, Ahmad Razali, M.Sos juga membeberkan berbagai program unggulan yang dimiliki SMA Harapan 3 demi meningkatkan prestasi siswa meskipun dalam situasi pandemi COVID-19.

“Jadi kita rutin itu, mencari informasi perlombaan agar bisa diikuti oleh siswa-siswa kita, jadi memang sebenarnya khususnya untuk olimpiade sains ya berjalan seperti biasa, dan alhamdulillah siswa-siswa kita berhasil menjuarai beberapa perlombaan di tingkat nasional bahkan ada yang pernah internasional,” ungkap pria yang akrab dipanggil Amek ini.

Pria yang juga lulusan Magister Sosiologi USU ini juga menegaskan bahwa meskipun proses belajar di SMA Harapan 3 berjalan secara daring, pihak sekolah selalu rutin melakukan formulasi sistem pendidikan yang efektif agar para siswa tetap nyaman menyerap setiap materi yang diajarkan. Terlebih lagi, jelang SBMPTN/UTBK nanti, para siswa kelas XII juga menjadi perhatian serius pihak sekolah agar siap menghadapi ujian memasuki perguruan tinggi negeri tersebut.

“Khusus untuk kelas XII yang akan mengikuti SBMPTN/UTBK nanti, kita dalam beberapa momen tertentu pasti menggelar belajar tatap muka dengan standar protokol kesehatan yang ketat, ini juga bagian dari upaya kami untuk memenuhi target kelulusan minimal 80 persen di tahun ini,” terangnya.

Selain itu, SMA Harapan 3 juga menyiapkan beberapa guru tamu yang khusus diundang untuk mempersiapkan para siswa agar maksimal waktu ujian Tes Potensi Skolastik (TPS) yang menjadi salah satu materi ujian yang sangat menantang di setiap SBMPTN/UTBK (ujian jalur tulis).

“Jadi semuanya kita persiapkan matang, karena memang target kita untuk kelulusan SBMPTN/UTBK sangat tinggi setiap tahun. Jadi meskipun sekolah daring, target kita tetap tidak boleh turun,” tegasnya. (Rilis)

Baca Berita Lainnya