Home Olahraga Saba Bangunan FC Paluta Kampiun

Saba Bangunan FC Paluta Kampiun

by Redaksi

HARIAN MEDAN (PATUMBAK):

Piala Patumbak 1 berakhir hari minggu 24 Januari dengan partai puncak mempertemukan Bintang Kuala berhadapan dengan Saba Bangunan FC Paluta. Partai final yang mendebarkan ini membuat pertandingan puncak menjadi tontonan yang sangat menarik.

Serangan silih berganti sejak kick off membuahkan gol bagi Bintang Kuala di menit ke 5 ketika pelanggaran yang dilakukan pemain bawah Saba Bangunan Oke Febriansyah langsung diambil oleh Firza Andika degan tendangan melengkung ke arah tiang jauh gawang Ernesto Ganis Siregar. Umpan indah ini dimanfaatkan oleh Jeffry yang berdiri bebas dekat gawang dengan sundulan kepala, masih dicoba untuk ditepis oleh penjaga gawang Saba Bangunan mahasiswa Fakultas Kedokteran USU ini namun bola dengan deras merobek jala gawangnya. Gol ini justru membuat serangan Bintang Kuala semakin menggebu-gebu. Beberapa kali Ernesto Siregar harus jatuh bangun menangkis serangan bertubi tubi.

Namun menjelang akhir babak pertama dari satu serangan yang dibangun dari bawah oleh Saba Bangunan Wahyu Darma dan Muchlisin Azis Hutagalung memberikan passing terarah ke arah David Maulana yang langsung melakukan crossing ke Achmad Yowanda dan dengan sekali tekuk kemudian melakukan shooting terarah membuat skor menjadi 1-1. Babak ke 2 kembali menjadi tontonan yang indah. Pemain bawah Saba Bangunan Fahmi Syahri , Syahrizal Nasution, dikomandoi oleh Kurniadi Trisakti melakukan sapu bersih setiap bola yang mengarah ke daerah pertahanan Saba Bangunan, melalui pemain tengah langsung diarahkan ke Rio Syahputra Damanik dan Abdi Darma Pohan yang sudah bersiap untuk menggebrak pertahanan Bintang Kuala. Namun beberapa kali Serangan Bintang Kuala melalui Firza Andika justru membahayakan gawang Ernesto. Tercatat empat peluang emas, satu sempat mengenai tiang gawang namun masih bisa diselamatkan dengan berjibaku laga fisik oleh Ernesto Siregar sehingga terpaksa mendapat pertolongan medis dan pertandingan berhenti beberapa saat. Serangan Bintang Kuala semakin menjadi dengan masuknya Legimin Raharjo. Namun justru malapetaka terjadi buat Bintang Kuala. Dari sebuah pelanggaran yang dilakukan terhadap Abdi Darma Pohan, kapten Wahyu Darma melakukan tendangan langsung dari tengah lapangan, tendangan keras ini menghunjam sudut kiri gawang Bintang Kuala dan disambut histeris oleh penonton yang terpuaskan dengan suasana pertandingan.

Beberapa kali pelanggaran keras terjadi yang membuat wasit menghadiahkan kartu kuning untuk Fahmi Syahri (Saba Bangunan) dan Legimin Raharjo (Bintang Kuala).

Pelatih Saba Bangunan berlisensi C-AFC Prof Fidel Ganis Siregar melakukan beberapa penggantian dari pinggir lapangan untuk menjaga keunggulan. Aziz Hutagalung digantikan oleh Rivaldo Enero Pakpahan, Kevin Armedya masuk menggantikan David Maulana. Taktik ini ternyata berhasil, pertahanan Saba Bangunan menjadi kokoh. Ketika M Ubaid bersiap menggantikan Rio Damanik, wasit ternyata telah meniup Pluit tanda berakhirnya pertandingan.

Terpilih sebagai top scorer selama turnamen ini Rio Syahputra Damanik dari Saba Bangunan Paluta dengan 6 gol, dan pemain terbaik juga diraih oleh Achmad Yowanda dari Saba Bangunan FC.

Hasil yang diraih ini langsung dilaporkan pelatih yang juga Plt Ketua ASKAB Paluta Prof Fidel Siregar melalui WA kepada Kadispora Paluta Bikrul Harahap dan ketua KONI Paluta Hendri Bosar Harahap. Keberhasilan ini tak terlepas dari doa seluruh masyarakat Paluta ujar Prof Fidel. Turut menyaksikan juga Riskal Lupti Harahap wakil ketua Saba Bangunan FC yang bermarkas di Jl Nagasati Ujung Gunung Tua Paluta ini.

Rencana anak anak Saba Bangunan FC ini akan dijamu oleh Kadispora Paluta awal Februari mendatang. (Red/.)

HARIAN MEDAN (PATUMBAK):
Piala Patumbak 1 berakhir hari minggu 24 Januari dengan partai puncak mempertemukan Bintang Kuala berhadapan dengan Saba Bangunan FC Paluta. Partai final yang mendebarkan ini membuat pertandingan puncak menjadi tontonan yang sangat menarik.

Serangan silih berganti sejak kick off membuahkan gol bagi Bintang Kuala di menit ke 5 ketika pelanggaran yang dilakukan pemain bawah Saba Bangunan Oke Febriansyah langsung diambil oleh Firza Andika degan tendangan melengkung ke arah tiang jauh gawang Ernesto Ganis Siregar. Umpan indah ini dimanfaatkan oleh Jeffry yang berdiri bebas dekat gawang dengan sundulan kepala, masih dicoba untuk ditepis oleh penjaga gawang Saba Bangunan mahasiswa Fakultas Kedokteran USU ini namun bola dengan deras merobek jala gawangnya. Gol ini justru membuat serangan Bintang Kuala semakin menggebu-gebu. Beberapa kali Ernesto Siregar harus jatuh bangun menangkis serangan bertubi tubi.

Namun menjelang akhir babak pertama dari satu serangan yang dibangun dari bawah oleh Saba Bangunan Wahyu Darma dan Muchlisin Azis Hutagalung memberikan passing terarah ke arah David Maulana yang langsung melakukan crossing ke Achmad Yowanda dan dengan sekali tekuk kemudian melakukan shooting terarah membuat skor menjadi 1-1. Babak ke 2 kembali menjadi tontonan yang indah. Pemain bawah Saba Bangunan Fahmi Syahri , Syahrizal Nasution, dikomandoi oleh Kurniadi Trisakti melakukan sapu bersih setiap bola yang mengarah ke daerah pertahanan Saba Bangunan, melalui pemain tengah langsung diarahkan ke Rio Syahputra Damanik dan Abdi Darma Pohan yang sudah bersiap untuk menggebrak pertahanan Bintang Kuala. Namun beberapa kali Serangan Bintang Kuala melalui Firza Andika justru membahayakan gawang Ernesto. Tercatat empat peluang emas, satu sempat mengenai tiang gawang namun masih bisa diselamatkan dengan berjibaku laga fisik oleh Ernesto Siregar sehingga terpaksa mendapat pertolongan medis dan pertandingan berhenti beberapa saat. Serangan Bintang Kuala semakin menjadi dengan masuknya Legimin Raharjo. Namun justru malapetaka terjadi buat Bintang Kuala. Dari sebuah pelanggaran yang dilakukan terhadap Abdi Darma Pohan, kapten Wahyu Darma melakukan tendangan langsung dari tengah lapangan, tendangan keras ini menghunjam sudut kiri gawang Bintang Kuala dan disambut histeris oleh penonton yang terpuaskan dengan suasana pertandingan.

Beberapa kali pelanggaran keras terjadi yang membuat wasit menghadiahkan kartu kuning untuk Fahmi Syahri (Saba Bangunan) dan Legimin Raharjo (Bintang Kuala).

Pelatih Saba Bangunan berlisensi C-AFC Prof Fidel Ganis Siregar melakukan beberapa penggantian dari pinggir lapangan untuk menjaga keunggulan. Aziz Hutagalung digantikan oleh Rivaldo Enero Pakpahan, Kevin Armedya masuk menggantikan David Maulana. Taktik ini ternyata berhasil, pertahanan Saba Bangunan menjadi kokoh. Ketika M Ubaid bersiap menggantikan Rio Damanik, wasit ternyata telah meniup Pluit tanda berakhirnya pertandingan.

Terpilih sebagai top scorer selama turnamen ini Rio Syahputra Damanik dari Saba Bangunan Paluta dengan 6 gol, dan pemain terbaik juga diraih oleh Achmad Yowanda dari Saba Bangunan FC.

Hasil yang diraih ini langsung dilaporkan pelatih yang juga Plt Ketua ASKAB Paluta Prof Fidel Siregar melalui WA kepada Kadispora Paluta Bikrul Harahap dan ketua KONI Paluta Hendri Bosar Harahap. Keberhasilan ini tak terlepas dari doa seluruh masyarakat Paluta ujar Prof Fidel. Turut menyaksikan juga Riskal Lupti Harahap wakil ketua Saba Bangunan FC yang bermarkas di Jl Nagasati Ujung Gunung Tua Paluta ini.

Rencana anak anak Saba Bangunan FC ini akan dijamu oleh Kadispora Paluta awal Februari mendatang. (Red/.)

Baca Berita Lainnya